Mahasiswa UHO susun RDTR penanganan kawasan kumuh di Nambo

id penyusunan RDTR

Mahasiswa UHO susun RDTR penanganan kawasan kumuh di Nambo

Mahasiswa Pascasarjana UHO usai memaparkan hasil penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah (RDTR) dan Masterplan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecamatan Nambo Kendari, di Aula Kantor Camat Nambo, Selasa. Mahasiswa berfoto dengan denan dosen pembimbing Dr Hasbullah Syaf (depan kiri), Sekcam Nambo, Umaiya (depan kedua dari kanan) dan Wadir III Pascasarjana UHO Prof Dr Ir Yulius B Pasolon MSc (depan ketiga dari kiri) (foto Antara/Suparman)

Kendari (Antaranews Sultra) - Pemerintah Kota Kendari memberikan apresiasi terhadap mahasiswa Program Perencanaan Wilayah (PPW) Pascasarjana Universitas Haluoleo (UHO) angkatan 2017 yang berhasil menyusun dua dokumen perencanaan yakni Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Nambo untuk 20 tahun dan Penyusunan Masterplan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecamamatan Nambo untuk lima tahun ke depan. 
     
Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Camat Nambo, Umaiya, saat membuka seminar akhir tentang Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Nambo dan Penyusunan Masterplan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecamamatan Nambo Kota kendari, di Aula Kantor Camat Nambo, Selasa.
   
"Sebagai daerah kecamatan yang baru mekar tahun 2016 lalu, tentunya kami masih miskin data dan kekurangan dokumen atau panduan tentang perencanaan pembangunan daerah ini. Kami sangat mengapresiasi karena Pascasarjana UHO telah menunjuk Kecamatan Nambo sebagai lokasi sebagai objek dari penyelesaian tugas mata kuliah Studio perencanaan tersebut," katyanya.
     
Menurut Umaiya, dokumen yang disusun mahasiswa Pascasarjana UHO itu akan dijadikan acuan untuk membangun Kecamatan Nambo kedepan yang lebih baik.
     
"Kami akan meminta BKM di setiap kelurahan, kalau membuat rencana program pembangunan agar senantiasa mengacu pada dua dokumen tersebut yakni RDTR dan Materplan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecamatan Nambo," katanya. 
     
Umaiya juga berharap dan meminta kepada pihak UHO agar menjadikan Kecamatan Nambo sebagai daerah binaan dalam perencanaan pembangunan berbagai sektor.
     
Wakil Direktur III Pascasarjana UHO,  Prof Dr Ir Yulius B Pasolon MSc, mewakili Direktur Pascasarjana UHO, Prof Dr Ir R Marzuki Iswandi MSi, dalam kesempatan itu mengatakan, pemilihan Kecamatan Nambo sebagai lokasi penyelesaian Studio Perencanaan karena daerah itu merupakan daerah yang baru dimekarkan dan arah pembangunan Kota Kendari mengarah ke daerah itu.
     
"Nambo ini merupakan daerah pengembangan kota Kendari kedepan, sehingga kami memiliki perhatian besar untuk memberikan sumbangsih dalam memberikan panduan perencanaan pembangunan di daerah itu," katanya.
     
Menurut Yulius, wilayah Kecamatan Nambo saat ini mengalami perkembangan pesat karena dikelilingi dengan berbagai kepentingan pembangunan berbagai sektor, kalau tidak dari awal dibuat perencanaannnya dan arah pengembangan maka kedepan akan menimbulkan dampak yang merugikan daerah dan masyarakat.
     
Dr Hasbullah Syaf selaku pembimbing mahasiswa dalam kesempatan itu mengatakan, Kecamatan Nambo juga memiliki banyak potensi sumberdaya yang harus tetap dipertahankan dan dikembangkan di tengah geliatnya pengembangan pembangunan, sehingga perlu peran berbagai pihak terkait untuk mengawal perencanaan pembangunan dan mengawasi pelaksanaan serta pemanfaatan ruang di daerah itu.
     
Alasan berikutnya lanjut Hasbullah, karena lima kelurahan di Kecamatan Nambo telah ditetapkan sebelumnya sebagai daerah kumuh melalui keputusan Wali Kota Kendari No 767 tahun 2014.
   
"Sehingga dokumen masterplan penanganan kawasan kumuh juga bisa menjadi alat dalam mengevaluasi sejauh mana progres penanganan kawasan kumuh di daerah itu sejak ada keputuan hingga saat ini, apakah semakin bekurang luasan kumuhnya atau bertambah," katanya.
     
Sebagai kecamatan yang baru dimekarkan dari kecamatan induk yakni Kecamatan Abeli, dokumen RDTR dan masterplan penanganan kawasan kumuh tentunya sangat dibutuhkan sehingga bisa menjadi pedoman bagi instansi dalam menyusun zonasi dan pemberian perizinan kesesuaian pemanfatan bangunan dengan peruntukan lahan.
     
Adapun tim penyusun dua dokumen perencanaan tersebut yakni untuk dokumen RDTR Kecaamatan Nambo disusun oleh lima mahasiswa yakni Muhammad Sadaruddin, Sitti Astija, Suparman, Nur Sahiruddin dan Sri Wahyuni Basrin. Sedangkan tim penyusun Masterplan Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan Kecamatan Nambo yakni Nur Amalia Ambai, Nur Hasanah, Sukarman AK, Joko Krisdiyanto, dan Riska Anggriani sedangkan dosen pembimbing Studio Perencanaan adalah Prof Dr Ir R Marzuki Iswandi MSi dan Dr H Hasbullah Syaf, SP MSi.
   
 Seminar dilakukan dengan pemaparan masing-masing tim dari dokumen yang disusun, dan dilakukan tanya jawab bersama peserta yang hadir, kegiatan pemaparan dan tanyajawab ini dipandu oleh Dr Hasbullah Syaf.  

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar