BPS: Tarif udara sebabkan inflasi tertinggi di Baubau

id inflasi tertinggi,baubau,bps

BPS: Tarif udara sebabkan inflasi tertinggi di Baubau

Kepala BPS Kota Baubau, Sudirman K. (foto Antara/Yusran)

Kendari (ANTARANews Sultra) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kaubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merilis bahwa, terjadinya inflasi yang cukup tinggi di Kota Baubau yang mencapai 1,61 persen karena disumbang dari tingginya angkutan udara selama Desember 2018 dengan Indek Harga Konsumen (IHK)?136,61.

Kepala BPS Baubau, Sudirman melalui rilis yang diterima, Jumat, berdasarkan data 10 komoditi penyebab penyumbang inflasi, angkutan udara menempati urutan tertinggi dengan perubahan harga 68,66 persen dan disusul dengan cabai rawit dengan perubahan harga 54,98 persen.

"Inflasi yang terjadi disebabkan adanya peningkatan nilai IHK 6 kelompok pengeluaran di antaranya bahan makanan Inflasi 0,61 Persen kelompok pengeluaran makanan jadi inflasi 0,04 persen, pegneluaran perumahan inflasi 0,07 persen, pengeluaran sandang 0,14 persen, pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga inflasi 0,06 persen serta tertinggi adalah inflasi pada kelompok pengeluaran transportasi, Komunikasi dan jasa keuangan sebesar 9,73 persen," Katanya.

Sementara untuk tahun kalender 2018, inflasi kota Baubau sebesar 2,92 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Desember 2018 terhadap Desemeber 2017 ) sebesar 2,92 Persen.

Sudirman menjelaskan,? Kota Baubau merupakan daerah dengan inflasi tertinggi di Sulawesi, dan dari 11 Kota yang menghitung IHK hanya Kota Kendari saja yang mengalami deflasi sebesar 0,09 persen.

"Jadi untuk bula desember 2018, inflasi tertinggi ada di Kota Baubau dan inflasi terendah Kota Watampone," jelasnya.

Selain Angkutan udara dan cabai rawit, penyebab tingginya inflasi adalah ikan kembung, cumi cumi, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras, serta celana panjang.

Sedangkan 10 komoditas penyumbang terbesar terjadinya deflasi yakni ikan cakalang sisik, kacang panjang, bayam, terong panjang, baju muslim, sawi hijau,? ayam hidup serta produk bahan bangunan khususnya semen.
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar