BPS: Kendari Desember 2018 deflasi 0,09 persen

id kendari deflasi

BPS: Kendari Desember 2018 deflasi 0,09 persen

Suasana penyampaian rilis terkait deflasi kota Kendari di Desember 2018 sebesar 0,09 persen. Nampak kepala BPS Sultra Moh.Eddy Mahmud dan pejaebat instansi lainnya di kantor BPS Sultra, (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (Antaranews Sultra) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara menyebutkan bahwa Kota Kendari pada Desember 2018 mengalami deflasi 0,09 persen dengan Indek Harga Konsumen (IHK) 128,48.

Sementara itu Kota Baubau Sultra justru alami inflasi sebesar 1,61 persen dengan IHK 136,61.

Kepala BPS Sultra, Mohammad Eddy Mahmud di Kendari, Rabu menyebutkan, secara nasional dari 82 kota yang merilis data statistik setiap bulan sebanyak dua kota mengalami deflasi dan 80 kota alami inflasi. Deflasi tertinggi di Sorong Provinsi Papua dengan 0,15 persen dan deflasi terendah di Kendari 0,09 persen.

Sedangkan 80 kota yang mengalami inflasi, inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 2,09 persen dan inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh Provinsi Aceh dengan 0,02 persen.

Menurut Eddy Mahmud, deflasi di Kota Kendari disebabkan turunnya beberapa indeks harga yaitu pada kelompok bahan makanan 0,38 persen serta bahan makanan jadi 0,002 persen serta kelompok, sandang, kesehatan, pendidikan dan transportasi yang bila dirata-ratakan terjadi penurunan 0,01 persen.

"Sedikitnya ada 10 komoditas dengan andil terbesar yang menyebabkan deflasi yakni ikan layang, cakalang, ikan kembung, ikan rambe, beras, ikam tembang, ikan ekor kuning, ikan bawal, ikan bandeng dan kacang panjang," tuturnya.

Sementara 10 komoditas yang memicu terjadinya inflasi adalah, angkutan udara (0,28 persen), cabai rawit (0,09 persen), tomat sayur, bawang merah, daging ayam ras, kangkung, yelur ayam ras, terong panjang, minyak goreng dan pakaian bayi dengan inflasi rata-rata antara 0,02 persen hingga 0,04 persen.

Eddy Mahmud lebih jauh menjelaskan, untuk wilayah Sulawesi, dari 11 kota yang merilis hanya Kota Kendari yang alami deflasi (0,09 persen) sedangkan kota lainnya alami inflasi.

Kota Manado (Sulut) misalnya alami inflasi 0,78 persen, Palu (Sulteng) 1,10 persen, Bulukumba (Sulsel) 0,40 persen, Watampone (Sulsel) 0,21 persen, Kota Makassar (Sulsel) 0,93 persen, Pare-Pare (Sulsel) inflasi 0,96 persen, Palopo (Sulsel) 0,68 persen, Baubau (Sultra) 1,61 persen, Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo 0,57 persen dan Kota mamuju (Sulbar) inflasi 0,46 persen.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar