BI prediksi pertumbuhan ekonomi Sultra 2019 meningkat

id bi,BI prediksi pertumbuhan ekonomi Sultra 2019 meningkat

Kepala Perwakilan BI Prov. Sultra, Minot Purwahono. (Foto Antara/ Azis Senong)

Memang dari sisi pertumbuhan ekonomi kita sudah di atas angka nasional, namun satu hal yang harus diingat bahwa angka kemiskinan kita masih di atas 11 persen sehingga untuk menurunkan itu, perlu komitmen dan kerja sama yang baik . . .
Kendari (ANTARANews Sultra) - Bank Indonesi (BI) Sulawesi Tenggara memprediksi pertumbuhan ekonomi Sultra pada 2019 akan lebih meningkat dibanding dengan pertumbuhan pada 2018.

"Kita prediksi pertumbuhan ekonomi Sultra akan lebih baik. Kalau pada tahun ini bisa tumbuh 6,8 persen atau di atas angka nasional, maka di tahun 2019 nanti akan lebih naik lagi menjadi 7,1 persen atau mencapai 7,2 persen," kata Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono di Kendari, Rabu.

Menurut Minot, rasa optimisme pertumbuhan ekonom Sultra akan meningkat itu setelah melihat adanya peningkatan lapangan kerja yang semakin luas di sektor non-tambang seperti pertanian, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan besar.

Selain itu, lanjut Monot, adanya peningkatan konsumi rumah tangga, konsumsi pemerintah dn investasi juga sangat mendorong perbaikan ekonomi yang akan datang. Sedangkan untuk inflasi 2019 dapat terkendali pada level 3,5 persen.

"Koordinasi dengan TPID baik di level provinsi, kabupaten dan kota juga harus ditingkatkan sehingga permasalahan di sisi produksi, distribusi dan kebijakan dan segera diatasi," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh mengapresiasi kinerja BI sebagai bank sentral yang bisa banyak berperan dan memberi kontribusi positif dalam mengendalikan laju inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sultra.

Baca juga: BI apresiasi empat UMKM binaan di Sultra

"Memang dari sisi pertumbuhan ekonomi kita sudah di atas angka nasional, namun satu hal yang harus diingat bahwa angka kemiskinan kita masih di atas 11 persen sehingga untuk menurunkan itu, perlu komitmen dan kerja sama yang baik, kerja cerdas dan terukur dari semua pihak," ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional Sultra itu mengatakan, potensi sumber daya alam cukup melimpah di Sultra namun semua itu bisa saja tidak membuahkan hasil bila pengelolaannya tidak dilakukan secara tepat dan terukur.

Baca juga: BI: gerakan transaksi nontunai miliki banyak manfaat

Baca juga: BI: pertumbuhuan ekonomi Sultra 6,09 persen
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar