Jokowi pesan anak prajut TNI-Polri kompak

id jokowi fkppi

Presiden Jokowi saat membuka Jambore nasional kebangsaan Badan Bela negara FKPPI di bumi perkemahan Ragunanan Jakarta, Jumat. (foto Antara/Azis Senong)

Jakarta (Antaranews Sultra) - Presiden Joko Widodo membuka Jambore Bela Negara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) 2018 di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan, Jumat, dengan pesan mendalam kepada anak prajurit TNI-Polri untuk selalu kompak dan bersatu.

"Dengan bersatu dalam kebersamaan kita akan kuat," kata Jokowi saat membuka acara Jambore bela negara yang ditandai dengan pemukulan gong didampingi ketua DPP FKPPI Pontjo Sutowo dan sejumlah menteri kabinet kerja.

Jambore Bela Negara FKPPI diselenggarakan selama tiga hari, 7-9 Desember 2018, dengan berbagai kegiatan pelatihan yang menghadirkan narasumber diantaranya, Panglima TNI, Kapolri dan Ketua DPR RI.

Selain itu, narasumber lain terkiat wawasan kebangsaan dan bela negara juga akan dibawakan dari Mendagri, Mensos, Mentan, BIN dan instansi teknis lainnya.

Wakil Sekertaris Jenderal FKPPI Pusat, Boston mengatakan, poin-poin yang nantinya akan dibahas dalam Jambore kebangsaan nasional adalah untuk memberi pemahaman sekaligus penyatuan visi misi bagi peserta Jambore FKPPI sebagai anak bangsa.

"Jadi yang banyak dibahas dalam kegiatan ini adalah menitikberatkan pada pembentukan mental dan karakter bela negara dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bostan.

Terpenting kata dia kegiatan bela negara bagi anak-anak mantan prajurit itu bahwa bela negara tidak diasosiasikan sebagai kekuatan bersenjata, tetapi bagaimana menciptakan suasana harmonis, jiwa sosial, kesetiakawanan dan peduli sesama terutama membantu bagi orang miskin.

"Jadi aspek-aspek kedisiplinan, keteladanan dan cinta tanah air juga menjadi materi pembelajaran dalam kegiatan Jamboro kali ini," tutur Bostan.

Rangakaian jambore bela negara FKPPI dihadiri sebanyak 1.350 dari 34 provinsi dengan peserta terbanyak pertama Lampung 150 orang, DKI 141 orang dan Papua Barat 79 orang.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar