450 prajurit TNI-AD diberangkatkan ke perbatasan Papua

id 450 prajurit tni-ad diberangkatkan ke perbatasan papua,nkri harga mati

Sejumlah prajurit mengangkat senjata ke atas KRI Teluk Parigi 539 usai Upacara Pemberangkatan Satgas Pamtas RI-PNG Sektor Utara Batalyon Infanteri 725 Woroagi di Pelabuhan Kendari, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/11/2018). Sebanyak 450 orang prajurit TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri 725 Woroagi diberangkatkan pengamanan ke Perbatasan RI-Papua Nugini selama 10 bulan. ANTARA FOTO/Jojon/18.

Kendari (Antaranews Sultra) - Sebanyak 450 prajurit TNI Angkatan Darat dari Yonif 725/Woroagi Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, diberangkatkan ke Papua sektor Utara dalam tugas misi pengamanan perbatasan Indonesia-PNG.

Upacara pemberangkatan yang dipimpin Gubernur Sultra, Ali Mazi, tersebut dilangsungkan di Pelabuhan Nusantara, Kendari, Kamis.

Dia mengatakan, penugasan ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, demi tegaknya kedaulatan wilayah NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, di antaranya melalui upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan termasuk dengan mengembangkan kemampuan dan potensi satuan yang dimiliki selama ini, sehingga kehadiran Satgas ini dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat," katanya.

Sementara itu, Komandan Yonif 725 Woroagi, Letkol Inf Hendry Ginting mengatakan, 450 prajurit yang diberangkatkan akan bertugas selama sembilan bulan di dua Kabupaten.

"Sembilan bulan bertugas di dua kabupaten, di mana ada tujuh pos di wilayah itu. Tugas pokok kami menciptakan pengamanan di perbatasan, mencegah peredaran narkoba, serta menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan masyarakat perbatasan," katanya.
 

 
Istri Komandan Yonif 725/Woroagi, Lia Hendry Ginting selaku Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cabang 61 Yonif 725 mengungkapkan perasaan sedih bercampur bangga terhadap suami yang membawa tugas anggota satgas.

"Saya berharap, semoga suami dan juga anggota lainnya selamat samapi tujuan dan kmbali dengan selamat serta tetap menjaga kesehatan," katanya.

Untuk ibu-ibu Persit yang ditinggal tugas, dia minta tetap mendoakan suaminya dalam penugasan, tetap mendukung suami, menjaga kesetiaan, menjaga nama baik suami, utamanya menjaga nama baik Bataliyon. (U.H015/B/M025/M025) 
 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar