Harga beras di Kendari stabil

id harga beras,ekonomi,Harga beras di Kendari stabil

Aktivitas jual-beli beras di salah satu pasar tradisional Kendari, Selasa. (ANTARA Foto/ Muh Irfan dan Anggun)

Kendari (Antaranews Sultra) - Harga beras di sejumlah pasar Sentral Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) masih stabil karena stok beras yang tersedia dari beberapa daerah masih cukup banyak untuk beberapa pekan bahkan beberapa bulan kedepan.

Pantauan Antara di Kendari, Selasa, menunjukkan harga beras lokal yang di datangkan langsung dari beberapa daerah seperti Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan dan Bombana masih mencukupi membuat harga masih tergolong stabil, kata Asran (41) Pedagang beras setempat.

Masih stabilnya harga beras dari berbagai jenis yang ditawarkan di sejumlah pasar juga diperkuat dari ketersediaan Bulog Sultra menyebutkan bahwa stok beras yang dikuasai saat ini mampu bertahan hingga sembilan bulan ke depan.

"Stok beras di gudang Bulog saat ini melimpah dan jumlahnya saat ini mencapai 14.173 ton," kata kepala Divre Bulog Sultra, Kusmiawan.

Ia mengatakan, stok tersebut sudah termasuk untuk pemenuhan kebutuhan penyaluran ?bantuan sosial beras sejahtera (rastra), bantuan untuk korban bencana alam, operasi pasar serta bantuan lainnya.

Sementara itu, salah seorang pedagang beras di pasar Sentral Mandongan Agus (42), harga beras yang di datangkan langsung dari beberapa daerah masih stabil karena beberapa daerah saat ini sedang musim panen.

Kemudian, di beberapa daerah yang sedang musim panen gabah seperti di Kolaka Timur untuk jenis beras Ciliwung dan Unaaha (Konawe), berjenis beras Kepala.

Baca juga: Ketahanan stok beras Bulog Sultra sembilan bulan

Ia mengatakan, jenis beras yang ada di beberapa daerah semuanya sama yang membedakan hanya kualitas berasnya, beras Ciliwung identik dengan tidak begitu bening sementara beras Kepala identik dengan bijinya yang begitu bening dan besar.

Harga beras yang di pasarkan di pasar sentral Baruga, Mandonga, dan Pasar Kota Lama masih relatif stabil misalnya beras Ciliwung dengan harga Rp50.000 per (5 Kilogram), namun bila konsumen membeli 25 kilogram harganya Rp240.000. Sementara untuk beras kepala sedikit lebih tinggi yakni alami selisih harga Rp10.000 untuk satu karungnya. (T.A056/B/G001/C/G001) 
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar