Danrem: TNI lebih profesional dan bekerja untuk rakyat

id danrem

Gubernur Sultra Ali Mazi, didampingi Wagub Lukman Abunawas (kiri) dan Komandan Korem.143/Haluoleo Kendari Kol.Arm Dedi Nurhadiman (kanan) usai upacara HUT Ke-73 TNI 2018 di Kendari, Jumat. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari (Antaranews Sultra) - Komandan Korem 143/Haluoleo Kolonel Arm.Dedi Nurhadiman, SIp menekankan kepada seluruh jajaran TNI lingkup Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk lebih profesional dan bekerja semata-mata untuk kepentingan rakyat.

"Untuk kepentingan rakyat yang dimaksud adalah terkait pengiriman personil dan alat-alat alutista untuk membantu korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan sekitarnya," katanya usai bertindak selaku pembina upacara dalam rangka HUT ke-73 TNI di Kendari, Jumat.

Menurutnya perhatian TNI dalam membantu pengamanan dan pemulihan terhadap korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi, telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah dengan mengirim belasan anggota tentara yang tergabung dalam Satgas Anoa ke wilayah bencana.

Satgas Anoa personilnya dari POM dan anggota Polri, dimana anggota TNI bertugas membantu pengamanan pendistribusian logistik. Sedangkan untuk sumbangan kebutuhan Sembako, Korem dan Kodim telah membuka posko bersama yang bertujuan menghimpun bantuan sembako dan pakaian layak dan masyarakat yang kemudian dikirim ke lokasi bencana," jelasnya.

"Masyarakat sangat antusias memberikan bantuan, makanya kami koordinir dengan angkatan udara (Lanud( dan angkatan laut (Lanal) untuk pengirimannya yang rencananya akan dilakukan pada Sabtu 6/10," tambahnya.

Keterangan dari Posko bersama di Makodim 1417 Kendari, hingga saat ini sedikitnya sudah ada 35 ton bahan makanan dan pakaian serta pakaian air mineral dan makanan bayi yang sudah siap untuk diberangkatkan ke Palu,Dionggala dan Sigi.?

HUT TNI yang berlangsung sederhana, dimeriahkan dengan berbagai atraksi eperti tarian kolosal, atraksi bela diri tarung drajat, dan aksi penyelamatan sandera.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar