Delapan sektor jadi pembahasan KPK di Konsel

id kpk,konsel,Delapan sektor jadi pembahasan KPK di Konsel

Tim Pencegahan KPK Hery Nurudin Baju batik dtemni Wakil Bupati Konsel, Arsalim Arifin (kiri) usai pertemuan dengan Pemda Konsel. (Foto Istimewah/ Adryan)

Kendari (Antaranews Sultra) - Kedatangan KPK di Konawe Selatan (Konsel), Selasa (18/9), dalam rangka koordinasi supervisi pencegahan korupsi dengan menitik beratkan pembahasan di delapan sektor.

Ketua tim koordinator bidang pencegahan KPK Hery Nurdin di Konsel, mengatakan adapan yang dibahas yaitu pelayanan terpadu satu pintu, pengadaan barang dan jasa, perencanaan penganggaran, manajemen ASN, manajemen aset daerah, dana desa, dan manajemen keuangan

Hery Nurudin mengatakan kegiatan serta sosialisasi di Konsel guna memberikan saran saran serta informasi aturan.

"Banyak hal yang kami informasikan, rekomendasi rekomendasi tentang perbaikan terkait pembenahan sistem dan itu mesti ditindak lanjuti ?secepatnya, ?dan kami sudah minta waktu kapan harus diselesaikan" kata Hery

Hery juga menjelaskan bahwa jika pencegahan ini tidak ada progres maka akan menuju penindakan, tim KPK juga akan melihat keseriusan pemda Konsel akan pencegahan ini, jika tidak serius akan ditindaklanjuti.

Ia juga memuji akan pelayanan publik sangat bagus dibandingkan dengan kabupaten yang lainnya

"Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Konsel sangat baik, dan ini tolong ditingkatkan lagi pelayanan publiknya," kata Hery

Wakil Bupati Konsel Arsalim Arifin juga menambahkan bahwa sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan kinerja di daerah ini agar mengetahui koridor serta aturan yang ada"

"Kami sangat menseriusi yang menjadi rekomendasi dari tim pencegahan KPK, jadi timeline nya kita yang akan diselesaikan di 2018 akan secepatnya di selesaikan," kata Arsalim

Ia mengatakan hal ini harus diseriusi, jika kita ikut aturan dari KPK, insha Allah Korupsi tidak akan ada, dan saya yakin Konsel akan dikenal dengan daerah yang bersih.

"Kita berharap apa yang dikatakan dari tim pencegahan KPK, bisa menjadi acuan bagi kepala dinas dalam mengambil tindakan," harap Arsalim.

(T.A056/C/Y008/C/Y008) 19-09-2018 00:20:51
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar