BMKG imbau masyarakat waspada kebakaran musim kemarau

id bmkg

ilustrasi (foto Antara)

Baubau (Antaranews Sultra) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Baubau, Sulawesi Tenggara, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai musim kemarau yang bisa berdampak terjadinya kebakaran.

"Musim panas ini bisa mempengaruhi terjadinya kebakaran. Walaupun panas sedikit kalau ada puntung rokok yang dibuang sembarang bisa berpotensi menimbulkan si jago merah lebih besar," ujar Kepala BMKG Baubau, Natsir, di Baubau, Jumat.

Oleh karena itu, dia mengimbau, masyarakat perlu waspada dengan kondisi musim panas yang agak panjang ini dengan suhu udara saat ini mencapai 20-33 drajad celcius.

"Musim panas yang terjadi sejak Agustus diprediksi akan berlangsung hingga November 2018. Dan pertengahan November diprediksi bisa masuk musim hujan," katanya.

Selain musim panas bisa berpotensi kebakaran, kata dia, otomatis juga berdampak bagi para petani akan hasil pertanian akibat musim kemarau dan kekeringan itu sehingga dapat mengurangi pendapatan mereka.

"Kondisi ini masih tergolong normal, namun kalau ada fenomena lain akan disampaikan secara mendadak," katanya.

Natsir juga mengatakan, wilayah lain yang juga harus mewaspadai musim panas seperti Kabupaten Buton Selatan, karena daerah itu sering terjadi musibah kebakaran.

"Kalau masalah gelombang cukup aman daerah kita, namun kita harapkan masyarakat selalu waspada dengan memperhatikan imbauan dari instansi terkait demi ?kepentingan semua," ujarnya.

Terkait kondisi cuaca, dia juga berharap, insan pers dapat membantu dalam menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.

Data yang dihimpun, musibah kebakaran pada Agustus-September 2018 di Kota Baubau terjadi di beberapa tempat, yakni di Kelurahan Lamangga yang menghanguskan belasan rumah sekaligus, dan di Kelurahan Melai Kecamatan Murhum satu unit rumah.

Kemudian, di objek wisata Bukit Wantiro Kelurahan Kadolomoko juga terjadi kebakaran lahan yang diduga akibat puntung rokok. 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar