BI: Investasi di Sultra tumbuh 9,98 persen

id Bursa, bi,BI: Investasi di Sultra tumbuh 9,98 persen

Kepala kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara Minot Purwahono didampingi pejabat BI setempat saat memberikan keterangan pada wartawan,. (foto Antara/)

Kendari (Antaranews Sultra) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), menyatakan kinerja investasi di provinsi itu tumbuhan sebesar 7,98 persen (yoy), yang mengindikasikan tingginya minat investor diikuti dengan realisasi investasi pemerintah.

"Dari sisi lapangan usaha (LU), secara proporsi, LU terbesar penyumbang PDRB Sultra terdiri dari LU pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 23,99 persen, LU pertambangan dan penggalian sebesar 21,08 persen serta LU konstruksi sebesar 13,15 persen," kata Kepala Perwakilan BI Sultra, Minot Purwahono, di Kendari, Rabu.

Menurutnya, pertumbuhan LU konstruksi meningkat diperkirakan seiring dimulainya pembangunan proyek infrastruktur dan terealisasinya PMA/PMDN.

"LU pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh meningkat karena pertumbuhan produksi tanaman pangan seiring dengan periode panen," katanya.

Sementara itu kata dia, pertumbuhan LU pertambangan dan penggalian teredam oleh pengaruh base effect dari berlangsungnya ekspor nikel kadar rendah.

"Kami juga memperkirakan perekonomian Sultra pada triwulan III 2018 akan tumbuh lebih tinggi. Sebab, peningkatannya akan didorong oleh akselerasi kegiatan investasi pemerintah dan masih tingginya pertumbuhan ekspor," katanya.

Hal tersebut, menurut dia, akan direspon dengan meningkatnya kinerja lapangan usaha pertambangan, konstruksi dan industri pengolahan.

"Meski demikian, adanya faktor eksternal yaitu perang dagang AS dan Tiongkok dapat mempengaruhi permintaan industri stainless steel di Tiongkok dan berimbas pada permintaan nikel dari Sultra.

Selain itu katanya, konsumsi masyarakat yang kembali normal pasca Idul Fitri dan libur sekolah akan berdampak pada konsumsi rumah tangga.

"Selanjutnya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, diperlukan langkah-langkah terkoordinasi guna mempercepat dan meningkatkan kontribusi lapangan usaha potensial lainnya, seperti perkebunan, perikanan dan pariwisata," katanya.

(T.KR-SPR/B/S025/C/S025) 08-08-2018 16:51:56
Pewarta :
Editor: M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar