BKKBN Sultra edukasi pelajar perangi narkoba

id bkkbn

Pembukaan kegiatan Serempak dan Ajang Kreasi Remaja Tahun 2018, di Kantor BKKBN Sultra, Sabtu, (foto Antara/Suparman)

Kendari  (Antaranews Sultra) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan edukasi dan membina para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)?BKKBN Sultra Edukasi Pelajar Kota Kendari Mengenal Program Berantas Narkoba.

Plt Kepala BKKBN Perwakilan Sultra, Mustakim, usai menghadiri Pembukaan kegiatan Serempak dan Ajang Kreasi Remaja Tahun 2018, di Kantor BKKBN Sultra, Sabtu, mengatakan kegiatan itu juga merupakan langkah untuk mengenal dan mengetahui program kerja dari BKKBN.

"Alasan kita melibatkan remaja, karena kita membutuhkan regenerasi khususnya dalam pembangunan," katanya.

Karena setiap pembangunan, kata dia, melibatkan penduduk, sehingga diharapkan generasi kedepan memahami secara baik terkait kependudukan dan keluarga berencana, apalagi generasi muda adalah pemimpin masa depan.

"Hakikat kependudukan disuatu negara tidak lepas dari tiga pokok yakni kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk," katanya.

Kepala Sub Bidang Kerjasama Pendidikan BKKBN Provinsi Sultra, Arrasyid, mengatakan kegiatan itu dilaksanakan terkait kependudukan dimana ada hal pokok yang harus diperhatikan dalam kependudukan yakni kelahiran, kematian, serta perpindahan penduduk.

"Tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi pelajar terkait program dari BKKBN, dimana pesertanya adalah pelajar yang menjadi pemerhati kependudukan karena tujuan cikal bakal semua peran dimulai dari remaja," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya berupaya membina para pelajar untuk mengenal seperti apa sebenarnya tugas-tugas mereka salah satunya kami buatkan kegiatan stand up speech.?

"Stand up speech sebenarnya seperti lomba pidato cuman kita buat yang lebih besar supaya mereka tau tentang kependudukan biar para pelajar tau secara tidak langsung dengan tema yang sudah di siapkan," katanya.

BKKBN juga mengadakan lomba tradisional, kerena selama ini remaja sudah banyak yang tidak mengetahui seperti apa permainannya.

"Jenis permainannya ada tiga yaitu pertama tari tongkat, balo bakiak dan galasin. Untuk pesertanya para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dimana kegiatannya dilaksanakan selama dua hari. Sekaligus memperingati hari kependudukan dunia," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar