Polres Baubau turunkan pengamanan masa tenang

id kapolres baubau

Kapolres Baubau AKBP Danial Widya Mucharam.

Kendari  (Antaranews Sultra) - Kepolisian Resor (Polres) Baubau mulai melakukan pengamanan di wilayah Tempat Pemungutan Suara (TPS) jelang H-3 hari pemungutan suara pada 27 Juni atau pada masa tenang Pilkada Serentak 2018.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan, Senin pengamanan TPS dilakukan untuk memastikan keamanan logistik Pilkada seperti surat suara bisa tiba di TPS tanpa kendala, termasuk jalur distribusi logistik Pilkada, serta untuk menjamin keamanan saat hari pemungutan suara nanti.

 "Misalnya ada ?TPS rawan, maka ?tentu pengamanan personelnya diperbanyak, kemudian kalau TPS yang kerawanannya tidak begitu tinggi, maka kita akan sesuaikan penempatan personelnya," katanya.

Kapolres Daniel Widya Mucharam mengatakan, adapun jumlah personel ?yang diturunkan untuk mengamankan tiap TPS, akan disesuaikan dengan tingkat kerawanan di TPS tersebut.

"Artinya jika, jika TPS masuk kategori sangat rawan, maka personil yang diturunkan akan lebih banyak lagi," katanya.

Lebih lanjut AKBP Daniel Widya Mucharam mengatakan, adapun jumlah personel yang diturunkan untuk mengamankan jalannya perhelatan pesta demokrasi Pilkada Baubau dan Pilgub Sultra di Kota Baubau, kurang lebih sebanyak 1.000 personel, dengan 300 personil diantaranya merupakan BKO dari Polda Sultra.

"BKO dari Polda terdiri pasukan Sabhara, kemudian Brimob, kemudian juga ada peleton perwiranya. Jadi cukup lengkaplah untuk penambahan kekuatan yang ada di Kota Baubau," ungkapnya.

Sejauh ini Kapolres mengatakan, hingga memasuki masa tenang Pilkada, situasi Kota Baubau yang menjadi atensi pengamanan pihaknya masih termonitor kondusif, tidak ada hal signifikan yang dapat mengganggu saat hari pencoblosan nanti.

Akan tetapi, bukan berarti menjadikan kami lengah, justru terus memperketat pengamanan untuk meminimalisir potensi kerawanan yang bisa saja terjadi," Tutupnya.

Pilkada Kota Baubau yang diikuti lima pasang calon yakni empat pasang didukung partai politik dan satu pasang melalui jalu independen yakni AS Tamri-Monianse (PAN dan PDIP), Wa Ode Maasra-Ikhsan Ismail (Gerindra dan PBB) , Rosalina Rahim-La Ode Yasin (PKB dan Hanura), Yusran Fahim-Ahmad Arfah (PD, PPP dan PKS) dan pasangan Ibrahim Marsela-Ilyas yang menggunakan jalur perseorangan.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar