Gubernur: ASN masuk kantor capai 95 persen

id gubernur

Pejabat Gubernur Sultra Teguh Setyabudi didampingi sejumlah pejabat saat memberikan keterangan pada wartawan usai memimpin apel pagi pascalibur Lebaran 2018 di Kendari, Kamis. (foto Antara/Azis Senong)

Kendari  (Antaranews Sultra) - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Teguh Setyabudi memastikan kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra yang masuk kerja hari pertama pascaliburan hari raya Idul Fitri 1439 hijriah 2018, telah mencapai 95 persen.

 "Meskipun masih ada beberapa orang ASN yang belumm masuk hari ini tentu ada alasan yang jelas seperti karena sakit yang ditandai dengan keterangan dokter masih diterima. Namun bila ada diantara mereka tidak mempunyai alasan maka tentu sanksinya jelas," katanya saat memimpin upacara hari pertamai di kantor gubernur Sultra di Kendari, Kamis.

Upacara apel bendera hari pertama yang semestinya dilaksanakan di halaman kantor gubernur Sultra itu batal dilaksanakan karena hujan deras yang melanda wilayah Kota Kendari sejak pagi pukul 06.30 Wita hingga berakhir pada pukul 10.20 Wita, sehingga dilaksanakan di aula Bahteramas yang bisa menampung orang tidak lebih dari 1000-an orang.

Akibatnya, yang menghadiri upacara apel bersama Plt gubernur itu, hanya para pejabat eselon II dan III serta eselon IV karena kapasitas ruang yang tidak terbatas.

Sedangkan ASN lingkup pemprov Sultra kini mencapai lebih 10 ribuan orang lebih termasuk para guru SMU/SMK sederajat.

Dalam penekanannya, Teguh mengingatkan kepada seluruh ASN lingkup Pemprov agar hari pertama kerja pascalibur panjang itu dapat bekerja kembali sesuai tugasnya masing-masing.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Hj Isma dalam keterangan terpisah menegaskan, ASN tidak ada menambah hari libur lebaran atau Idul Fitri 2018.

Sebab bila masih ada ASN yang menambah libur dengan tidak ada alasan yang mendasar, maka dianggap sudah sangat keterlaluan sebab pemerintah memberi waktu yang cukup lama bagi seluruh aparat birokrasi.

Bagi ASN yang menambah hari libur tentu akan mendapatkan sanksi secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Sebab libur ASN telah ditentukan sejak tanggal tanggal 11 Juni hingga 21 Juni 2018. ?

 "Artinya bahwa, bila masih ada diantara ASN yang menambah hari libur tanpa ada alasan, maka sudah sangat keterlaluan," tambahnya.
 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar