Konawe Selatan sosialisasikan kebijakan pemanfaatan data dukcapil

id konsel

Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga.

Kendari (Antaranews Sultra) -Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat menggelar sosialisasi kebijakan kependudukan tentang pemanfaatan data pependudukan dan pencatatan Sipil.

Kegiatan itu dibuka oleh Bupati ?Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, didampingi Ketua DPRD Irham Kalenggo, Assisten 1 Setda, Agussalim, dan Kadisdukcapil Nurlita Jaya yang dihadiri para Camat se-Konsel di Kendari, Senin.

Bupati Surunuddin Dangga mengatakan sosialisasi sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang Nomor Induk Kepegawaian (NIK), Data Kependudukan dan KTP Elektronik (KTP-e) dalam rangka pemanfaatan data kependudukan berbasis sistem informasi administrasi kependudukan guna mendukung pembangunan di segala sektor.

? ?"Serta penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis Gerakan Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) dan pelayanan kepada masyarakat yang membahagiakan," katanya.

? ?Disdukcapil katanya, merupakan satu-satunya lembaga yang menjadi rujukan data yang digunakan oleh organisasi perangkat daerah dalam pelayanan masyarakat seperti Dinkes, Dinsos, Disdikbud dan instansi terkait lainnya.

? ?Bupati Surunuddin berharap, kegiatan ini bisa menambah pengetahuan, pemahaman serta kesadaran semua pihak mengenai pentingnya NIK tersebut agar lembaga/instansi pengguna dapat mengerti tata cara pemanfaatan hak akses data kependudukan untuk digunakan dalam menunjang pembangunan untuk pengentasan kemiskinan di wilayah Kabupaten Konawe Selatan.

? ?"Pemkab saat ini sedang berupaya membuat Single Data berbasis eleltronik yang berhubungan dengan data NIK agar bisa lebih tertib dan terarah, yang juga bisa mengungkapkan setiap permasahan yang ada untuk diberikan solusinya," katanya.

? ?Terutama kata Surunudin, data warga tidak mampu yang mana ketika dibutuhkan saat memberikan bantuan seperti PKH, BPJS, KIS dan bantuan lainnya bisa kita ketahui jumlah pastinya sehingga lebih akurat, efektif dan efisien.

? ?"Dan dananya bisa disalurkan maksimal kepada orang yang tepat dan dana tersebut tidak dikembalikan ke pusat karena salah data, juga untuk menghindari penyelewengan dan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar