Ribuan penumpang di pelabuhan Baubau masih tertangani

id arus mudik

KM Sinabung saat menurunkan penumpang di Pelabuhan Murhum Kota Baubau, Senin. (foto Antara/Yusran)

Baubau (Antaranews Sultra) - Ribuan penumpang mudik yang tiba di pelabuhan Murhum Kota Baubau,Sulawesi Tenggara, Senin masih tertangani dengan baik.

"Hari ini ada dua kapal Pelni yang tiba, yakni KM Tidar dan KM Sinabung," ujar Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas 1 Baubau, Subagiyo.

Menurut dia, arus penumpang tiba melalui KM Tidar asal pelabuhan Sorong (Papua) dan Ambon (Maluku) mencapai 2.579 orang. Sedangkan KM Sinabung asal pelabuhan Makassar (Sulsel) dan Banggai (Sulteng) sebanyak 2.280 orang.

"Sedangkan penumpang naik menggunakan KM Tidar sebanyak 436 orang dan KM Sinabung penumpang naik sebanyak 935 orang," ujarnya.

Bila diakumulasi, lanjutnya, penumpang tiba menggunakan kapal milik PT Pelni baik dari daerah timur maupun barat masih seimbang.

"Sampai hari "H" lebaran masih ada dua kapal Pelni yang masuk dipelabuhan Baubau. Tapi mudah-mudahan penumpang sudah tidak terlalu melonjak," katanya.

Meskipun demikian, tambah Subagiyo, pihaknya bersama dengan instansi terkait sudah siap mengantisipasi bila terjadi lonjakan penumpang.

Menurut dia, sejak seminggu terakhir ini penumpang arus mudik dipelabuhan Baubau sudah mulai berdatangan. Bila dirata-ratakan jumlahnya mencapai 1.700 orang setiap kapal Pelni.

"Bila dibanding dengan arus penumpang tahun sebelumnya ada peningkatakan satu hingga dua persen," katanya.

Peningkatan arus mudik itu, menurut dia, selain karena libur atau cuti yang lumayan panjang, kemungkinan juga ada kaitannya pesta demokrasi pilkada.

"Sampai saat ini penumpang tiba dan naik masih kondusif dan tertangani dengan baik. Posko terpadu juga tersedia fasilitas `emergency` seperti ambulance, petugas kesehatan dan lainnya," ujarnya.

Dia juga menambahkan, agar tidak terjadi kesemrawutan dan desak-desakan di areal pelabuhan, pihaknya bersama instansi terkait membuat satu hingga dua alur penumpang.

"Karena kondisi pelabuhan pintu masuk dan keluar sama, sehingga penumpang harus memutar agar lebih tertib," tukasnya. (A056).

 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar