Pemda diminta atur harga elpiji tingkat pengecer

id elpiji

ilustrasi

Kendari (Antaranews Sultra) - Pertamina meminta pemerintah daerah (pemda) termasuk di Sulawesi Tenggara untuk membuat regulasi yang mengatur harga elpiji 3 kilogram di tingkatan pengecer.

Unit Manager Communication & CSR MOR VII Pertamina Sulawesi, M Roby Hervindo, dari Makassar, Jumat, mengatakan hal itu perlu dilakukan karena Pertamina tidak memiliki kewenangan mengatur para pengecer.

"Kami tidak memiliki kewenangan mengatur pengecer. Alangkah baiknya, jika pemda bisa mengatur semacam HET untuk tingkat pengecer juga. Sehingga harga tidak melambung tinggi jika terjadi gangguan pasokan," kata Roby.

Ia mengatakan, berdasarkan lapiran harga elpiji 3 kg mencapai Rp30 ribu di tingkat pengecer pada kondisi-kondisi tertentu, sedangkan harga di tingkat pengkalan hanya Rp17.900 per tabung.

"Pertamina tidak dapat mengatur, mengawasi dan memberikan sanksi bagi para pedagang yang menjual tabung gas elpiji eceran yang menjual di atas harga tersebut," katanya.

Untuk itu kata Roby, pihaknya bekerja sama dengan disperindag setempat melakukan pengawasan pada pengecer karena pemdalah yang harus memiliki regulasi jelas untuk pemantauan harga tabung elpiji 3 kg di pasaran.

"Kami mengimbau masyarakat membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina. Sehingga harganya sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.900 per tabung," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar