Gubernur Sultra minta daerah bersinergi tangani bencana

id longsor

Lokasi tanah longsor di jalan Trans Sulawesi Kecamatan Tolala Kolaka Utara yang mengakibatkan seorang pelayan rumah makan meninggal dunia. (istimewa) (istimewa/)

Kendari (Antaranews Sultra) - Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, Teguh Setyabudi, meminta seluruh pemerintah daerah kabupaten dan kota agar lebih membangun sinergitas dan komunikasi baik dengan Pemerintah Provisi Sultra dalam penanganan bencana.

"Semua pihak harus bersenergi untuk menagani daerah-daerah rawan terkena bencana baik itu banjir maupun tanah longsor di daerah tersebut," kata Teguh Setyabudi, di Kendari, Kamis.

Teguh berharap area-area yang rawan bencana bisa dipetakan lebih awal oleh masing-masing pemerintah daerah.

"Seperti apa penyebab terjadinya bencana itu, apakah itu karena tambang atau faktor cuaca yang ekstrim dan faktor yang lainnya," ujarnya.

Menurut Teguh, dengan komunikasi dan sinergitas yang baik, pemprov Sultra cepat tangkap apa bila ada masalah atau bencana di daerah tersebut, sehingga bisa mengetahui dan mengambil tindakan selanjutnya.

Baca juga: Di Kolaka Utara, longsor tewaskan pelayan rumah makan

"Seperti kemarin atau Rabu (14/3) terjadi bencana alam (tanah longsor) di Kabupaten Kolaka Utara yang mengakibatkan seorang meninggal dunia serta satu rumah yang tertimbun dan sebagainya," ujarnya.

Jika ada laporan dari daerah, katanya, pemprov bisa mengarahkan pihak terkait, baik itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta Dinas Pekerja Umum (PU), untuk membantu pemerintah setempat serta masyarakat yang mendapatkan musibah tersebut.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar