Muna programkan penempatan 40 kk transmigrasi

id muna

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Muna Fajaruddin Wunanto. (foto Antara/Azis Senong)

Oleh Azis Senong



Kendari (Antaranews Sultra) - Pemerintah Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, akan memprogramkan penempatan warga transmigrasi umum sebanyak 40 kepala keluarga (kk) dari rencana daya tampung yang disiapkan sebanyak 300 kk.

Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Muna, Fajaruddin Wunanto di Kendari, Kamis mengatakan, saat ini lokasi yang dalam proses pembangunan untuk para transmigran di Desa Raimuna, Kecamatan Maligano, atau daerah seberang yang masuk wilayah daratan dengan Kabupaten Buton Utara.

Ia mengatakan, program pemukiman warga transmigrasi itu yakni 50 persen direkrut dari penduduk asal (Pulau Jawa) dan 50 persen direkrut dari pendiuduk setempat, dengan pola lahan kering perkebunan.

Menurut Fajar sapaan Kadis Transnaker itu, berdasarkan Daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2018 dari Ditjen Pengembangan Kawasan (PK) Transmigrasi, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi, dan Ditjen Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2 Trans).

Untuk besaran anggarannya, Fajar merincikan, khusus program ketransmigrasian sendiri mencapai angka Rp15 miliar lebih, yang diporsikan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan pemukiman transmigrasi.

"Hingga saat ini, Dinas Transmigrasi juga masih membina satu unit lokasi pemukiman (UPT) yang anggaran pembinaannya mencapai Rp6 miliar lebih," ujarnya.

UPT dalam pembinaan lokasinya berada di Desa Pohorua dan Desa Langkoroni juga Kecamatan Maligano dengan kondisi jalan masih pengerasan untuk proses pengaspalan termasuk pekerjaan beberapa jembatan, jalan usaha tani dan pembangunan sarana air bersih serts pembangunan fasilitas umum.

"Jadi program ketransmigrasin tahun ini cukup besar, begitu pula dengan program ketenagakerjaan khususnya melalui padat karya dan teknologi tepat guna (TTG) serta tenaga kerja mandiri (TKM) yang melibatkan kaum generasi muda, wanita maupun lansia," ujaranya. 
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar