Bupati Konawe Selatan serahkan SK guru honorer

id konsel

Bupati Konawe Selatan, Surunuddin saat menyerahkan SK guru honorer di Andoolo, Senin. (foto Antara/Suparman)

Andoolo (Antaranews Sultra) - Bupati Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Surunuddin Dangga, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 142 guru non-PNS/Honorer Daerah Lingkup Pemda Konawe Selatan, di Andoolo, Senin.

"SK tersebut diterima para honorer setelah mengikuti seleksi uji kompetensi beberapa waktu lalu yang dikuti para honorer guru sekolah tingkat SMP, SD dan TK se-Konawe Selatan dimana pemda bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sultra sebagai tim penguji sekaligus pengawas dengan sistem komputerisasi/Computer Assisted Test (CAT)," katanya.

Saat ini kata dia, pihaknya sedang berbenah untuk perbaikan kualitas mutu pendidikan Konawe Selatan dengan melakukan tes terlebih dahulu untuk setiap pengangkatan guru honorer yang di gaji pemda sesuai UMR.

"Kemudian dilajukan secara terbuka, transparan, adil dan bisa di pertanggungjawabkan sehingga benar-benar bebas dari KKN, karena tesnya melalui LPMP yang hasilnya bisa dilihat langsung usai menjawab soal," katanya.

Adapun rincian untuk penerima SK tenaga pendidik yakni tingkat SMP berjumlah 40 guru, SD 84, Taman Kanak-Kanak (TK) 18 tenaga pengajar, total keseluruhan 142 guru non-PNS.

"Saat ini zaman perubahan dan keterbukaan informasi, jadi setiap pengangkatan honorer bukan seperti zaman dulu karena koneksi dan dekat pejabat langsung dapat SK honor, pola ini kita ubah total. Setiap pengangkatan honorer harus melalui seleksi uji kompetensi termasuk yang ada di kabupaten agar menghasilkan honorer berkualitas yang mampu bersaing dan bekerja maksimal," katanya.

Bupati menyampaikan bahwa SK ini merupakan tiket untuk mendapatkan sertifikasi, jadi diharapkan bisa bekerja dengan baik dan selalu menjaga kedisiplinan, jika ada laporan guru honorer malas masuk kantor maka SK tersebut langsung dicabut kembali, dan untuk tenaga pendidik yang belum lulus agar tetap bekerja dengan terus meningkatkan kemampuannya karena akan dibuka tahapan seleksi berikutnya.

"Kita yang pertama di Sultra menyelenggarakan seleksi honorer dengan sistem CAT dan telah diakui oleh Departemen Pendidikan, ini juga untuk menjawab tantangan terkait pemenuhan tenaga pendidik hingga ke pelosok agar kualitas pendidikan bisa meningkat juga mewujudkan masyarakat Konsel berintelektual," kaanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar