DPRD minta Pemkab sosialisasikan asuransi pertanian

id sawah

ilustrasi (foto Antara)

Kolaka (Antaranews Sultra) - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Muhammad Anis Pamma, meminta pemkab melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura serta Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk melakukan sosialisasi asuransi pertanian di daerahini.

Menurutnya asuransi pertanian sangat dibutuhkan masyarakat mengingat saat ini banyak lahan olahan pertanian yang gagal panen akibat dampak dari alam.

" Seharusnya Pemerintah Kabupaten lakukan sosialisasi mengenai program itu," katanya di Kolaka, Jumat.

Anis menjelaskan masyarakat petani yang memiliki asuransi pertanian akan menerima ganti rugi tanaman yang gagal panen akibat dari faktor cuaca dan lain-lain.

Sehingga kata Politisi Golkar Kolaka itu petani yang mengalami gagal panen bisa mendapatkan bantuan dari asuransi pertanian sebesar Rp6 juta per hektare untuk tanaman padi.

" Kalau petani sudah memiliki asuransi pertanian mereka tidak khawatir lagi akan gagal panen akibat kondisi cuaca," ungkapnya.

Pelaksanaan asuransi pertanian kata Anis diamanatkan dalam UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani,yang ditindaktanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/2015 tentang fasilitasi asuransi pertanian.

" Bayangkan saja undang-undang ini sudah lama berlaku namun belum dilakukan sosialisasi oleh dinas terkait," jelasnya.

Premi asuransi usaha tani padi (AUTP) ini, lanjut dia, sebesar tiga persen dari Rp6 juta per hektare dan per musim tanam dari nilai pertanggungan sehingga mendapatkan angka Rp180 ribu.

" Pemda harus menjadi jembatan kepada Jasindo sehingga petani kita bisa diasuransikan," tegasnya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar