Potensi Olahraga Perairan di Sultra Menjanjikan

id potensi-air

ilustrasi (foto Antara)

Kendari (Antaranews Sultra) - Potensi cabang olahraga perairan di Sulawesi Tenggara yang terdiri dari wilayah kepulauan cukup menjanjikan dan terbukti mampu mengorbitkan atlet nasional, seperti atlet dayung.

Ketua Bidang Prestasi KONI Sultra Ashar di Kendari, Jumat, mengatakan pemetaan potensi olahraga perairan di wilayah kepulauan, antara lain, Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton Utara, Muna dan Wakatobi.

"KONI Sultra sesuai arahan KONI Pusat akan memetakan potensi kecabangan olahraga sesuai karakteristik wilayah sehingga cikal bakal atlet terbentuk secara alamiah," kata Ashar.

Ia memberi contoh, atlet cabang olahraga dayung Sultra pertama kali diorbitkan dari Kabupaten Muna, khususnya komunitas bajo atau warga yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai nelayan penangkap ikan.

Pedayung putri Sultra yang pertama kali merebut medali emas di arena PON tahun 1989 adalah Jumina dari Kecamatan Kulisusu Kabupaten Muna atau sekarang mekar menjadi Kabupaten Buton Utara.

Menyusul pedayung nasional Sayadin dan Lampada dari Kabupaten Buton atau sekarang menjadi daerah otonom Kabupaten Wakatobi

"Saya yakin kalau pengurus KONI dan pengurus cabang olahraga renang bekerja keras pasti menemukan atlet renang berbakat. Bisa dibayangkan anak dan remaja Pulau Buton dan Muna terbiasa berenang antarteluk," katanya.

Mantan pedayung nasional Anisi (51) mengatakan atlet berbakat cabang olahraga perairan menjanjikan tetapi komitmen pengurus dan pemerintah yang harus ditingkatkan.

"Pemerintah daerah mesti mendukung pendanaan untuk rekrutmen atlet, pelaksanaan program latihan dan penyelenggaraan kompetisi sebagai ajang evaluasi prestasi para atlet berbakat," kata mantan atlet nasional kayak tersebut.

Pola pembinaan atlet dayung Sultra harus ditingkatkan mengingat daerah lain di Indonesia menunjukan kemajuan luar biasa karena didukung perlatan yang moderen.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar