Satgas Pangan Sultra Sidak Pasar Tradisional

id ayam-sidak

ilustrasi (foto Antara)

Kendari,  Antara Sultra - Satuan Petugas (Satgas) Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan inspeksi mendadak disejumlah pasar tradisional di Kota Kendari untuk mengetahui perkembangan harga serta ketersediaan stok bahan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sidak dipimpin langsung Wakapolda Sultra Kombes Pol Winarto, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara Minot Purwahono, Ditkrimsus Polda Sultra, Dinas Perdagangan Provinsi Sultra, Balai POM Kendari, serta Bulog Divre Sultra. Tim ini mengunjungi Pasar Anduonohu, Pasar Basah Mall Mandonga Kendari serta salah satu distributor barang.

"Hasil sidak ini, memang kita lihat ada beberapa harga yang naik, dan ini akan kita tindak lanjuti kenapa bisa naik," kata Wakapolda Sultra Kombes Winarto, Jumat.

Ia mentatakan, adanya kenaiakan harga itu setelah mendapat informsi dari sejumlah pedagang bahwa disebebkan karena dipihak distributor sudah menaikkan karena faktor cuaca.

Di antara kebutuhan pokok yang sudah sedikit naik diantaranya telur, bawang merah, bawang putih, daging ayam, cabe merah termasuk ikan dan sayuran. Menurut Winarto, Kenaikan tersebut sudah terjadi ditingkat distributor, selain itu stok barang semakin berkurang.

"Sementara ini kita lihat ada beberapa harga yang naik, dan ini akan kita tindak lanjuti kenapa bisa naik. Pengakuan pedagang harga ini sudah naik ditingkat distributor, sehingga otomatis di pedagang pengecer ikut menaikkan," ujar Wakapolda.

Sementara itu, salah seorang pedagang sembako, Samsul mengaku harga ayam dalam beberapa hari terakhir mengalami kenaikan. Jika dibandingkan sebelumnya, harga ayam potong yang dijual sebelumnya seharga Rp40.000 sampai 45.000 per ekor, kini naik menjadi Rp50.000 sampai Rp55.000 per ekor.

Tim gabungan akan terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada oknum yang memainkan harga secara sepihak apalagi melakukan penimbunan barang, jika kedapatan maka aparat akan mengambil tindakan tegas.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar