Bupati Kolaka Panen Padi di Iwoimendaa

id panen-kolaka

Bupati Kolaka Ahmad Safei, Ketua DPRD Parmin Dasir saat melakukan panen di Kecamatan Iwoimwndaa. (foto Antara/Darwis Sarkani)

Kolaka, Antara Sultra - Bupati Kolaka, Sultra, Ahmad Safei bersama Ketua DPRD Parmin Dasir serta pejabat lainnya melakukan panen padi warga masyarakat desa Ladahai Kecamatan Iwoimendaa, Selasa.

Safei dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada para petani yang ada di daerah itu karena turut mensukseskan program pemerintah dalam menguatkan ketahanan pangan.

"Kita patut bersyukur atas karunia yang diberikan Allah SWT atas keberhasilan petani melakukan panen padi serta menguatkan tali silaturahmi," katanya.

Menurutnya masyarakat jangan malu menjadi petani karena bisa menghasilkan pendapatan melebihi dari gaji PNS namun masih banyak orang yang menginginkan menjadi abdi negara.

Apalagi, kata dia, Pemerintah Kabupaten sudah berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan yang pro-terhadap petani melalui instansi terkait dengan menawarkan program pengembangan pertanian kepada pemerintah pusat.

"Kami berupaya agar petani di Kolaka bisa sejahtera dengan berupaya membantu melalui program-program pengembangan ekonomi petani," ungkap Safei.

Sementara Camat Iwoimendaa La Emba mengatakan?sampai saat ini data yang ada jumlah?persawahan di kecamatan Iwoimendaa?ada sekitar 279 hektare dengan hasil?panen perhektarnya sekitar 7 ton sekali panen.

"Namun masih ada kendala yang dialami oleh petani kita di lapangan," katanya.

Sebagai wakil masyarakat kata La Emba para petani membutuhkan jaringan irigasi yang permanen sehingga bisa menunjang hasil pertanian khususnya padi sawah.

"Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan jaringan irigasi yang dibuat petani sehingga air yang masuk ke dalam areal persawahan tidak mencukupi," ungkap La Emba.

Untuk itu lanjut dia mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten agar memikirkan langkah-langkah kongkrit agar hasil panen petani bisa meningkatkan ekonomi keluarga.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar