Kapolres: Harus Bertindak Cepat Dalam Penanganan Bencana

id bencana-baubau

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam, (foto Antara)

Baubau,  Antara Sultra - Kapolres Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, AKBP Daniel Widya Mucharam, berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Polri, TNI dan unsur terkait lainnya di daerah itu harus mampu bertindak cepat dan tepat dalam penanganan bencana.

"Perlu disadari bersama bahwa tantangan tugas ke depan akan semakin kompleks, sehingga optimlisasi kinerja dan kesiapan operasional dalam menghadapi gangguan kamtibmas khususnya terkait penanganan dan penanggulangan bencana alam adalah merupakan hal yang mutlak dilakukan," ujar Daniel dalam sambutannya pada apel siaga, sekaligus pemberian penghargaan kepada dua anggota Polres Baubau yang berhasil menyelamatkan dugaan bunuh diri Ketua Pengadilan Negeri Baubau, di Baubau, Rabu.

Selain cepat dan tepat dalam penanganannya, lanjut dia, juga mampu bertindak arif, proporsional, profesional dan prosedural serta senantiasa mengacu kepada SOP yang telah ditentukan.

"Saya juga mengingatkan seluruh kapolsek dan jajaran agar memaksimalkan kinerja. Babinkamtibmas berkordinasi dengan Babinsa TNI yang ada di wilayah untuk bersama-sama meningkatkan dan memberikan penyuluhan," ujarnya.

Karena, menurut dia, belajar dari pengalaman menghadapi beberapa kejadian bencana khususnya di wilayah Kota Baubau seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, kebakaran hutan lahan dan lain-lain yang semuanya membutuhkan penanganan dengan capat dan tanggap.

"Maka dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana diharapkan mampu untuk dapat dilaksanakan secara terencana serta terintegrasi, sehingga pengelolaan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh," katanya.

Sementara, Kepala BPBD Baubau, La Ode Muslimin Hibali mengatakan, dalam menghadapi penanggulangan bencana sudah menyiapkan akomodasi perlengkapan seperti perahu karet dan kendaraan untuk evakuasi.

"Kemudian kebutuhan logistik makanan dan pakaian bayi sudah siap tersimpan di gudang kalau terjadi banjir, longsor atau bencana yang lain," ujarnya.

Menurutnya, wilayah yang berpotensi terdapat bencana banjir dan longsor di Kecamatan Bungi dan Sorawolio, serta longsor di kawasan objek wisata tirta rimba air jatuh Kelurahan Waruruma Kecamatan Kokalukuna dan Kelurahan Waborobo Kecamatan Betoambari.

"Kalau di dalam wilayah kota hanya terjadi genanangan air dan dalam beberapa jam air juga akan surut. Yang kita takutkan bencana kebakaran, karena sesuai dengan data hasil kajian kerja sama kami dengan perguruan tinggi yang rawan bencana kebakaran di Kelurahan Bataraguru dan Kelurahan Tomba, walaupun kelurahan lain potensi sama, namun dua kelurahan itu daerah padat penduduk satu saja yang tersulut akan mudah merambat," katanya.

Menurut Muslimin, cuaca ekstrim biasa terjadi pada bulan Desember 2017. Oleh karena itu, masyarakat diimbau mencari informasi bila cuaca ekstrim terjadi.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar