Rabu, 18 Oktober 2017

Kulit Ketupat Laris Menjelang Idul Adha

id kupat
Kulit Ketupat Laris Menjelang Idul Adha
Kulit ketupat laris terjual.di.sejumlah pasar grosir tradisional di Kendari. Kamis. (foto Antara/Azis Senong)
Kendari, Antara Sultra - Penjualan kulit ketupat dari daun kelapa dan daun pandan menyambut terjual laris di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari, Sultra, menjelang Idul Adha 1428 Hijriyah.

Pantauan di pasar panjang Bonggoeya Bay Pass, Kamis, kulit ketupat yang diracik dari daun kelapa dijual seharga Rp5.000 per ikat (10 buah).

Para penjual tidak hanya menjajakan kulit ketupat dari daun kelapa tetapi juga untuk pembuatan lapa-lapa (beras dan santan kelapa lalu dimasukkan dalam daun kelapa lalu dimasak sehingga menyerupai lontong).

"Saya beli daun kelapa (janur-red) lalu dirakit sendiri menjadi kulit ketupat dan kulit lapa-lapa. Bukan soal harganya tetapi merakit janur mengandung nilai seni," kata seorang ibu rumah tangga, Wa Ima (40).

Selain kulit ketupat, juga ibu-ibu gemar menyiapkan menu buras --memasak beras dalam kemasan daun pisang-- karena aromanya yang menggiurkan.

Pedagang kulit ketupat lainnya, Suri (35) mengatakan penjualan kulit ketupat, janur dan daun pisang segar dapat menutupi belanja kebutuhan awal memasuki Idul kurban.

"Menjual daun kelapa dan daun pisang tidak membutuhkan modal karena panen dari kebun sendiri. Harganya cukup untuk beli kebutuhan gula pasir, bumbu masakan dan minyak tanah," katanya.

Omzet dari penjualan kulit ketupat dan daun pisang, bisa memperoleh 150.000-Rp200.000 dalam sehari.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga