BPS: Kondisi Ekonomi Konsumen Triwulan Dua Meningkat

id triwulan

ilustrasi (foto Antara)

Kendari, Antara Sultra - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada Triwulan II-2017 sebesar 111,59, artinya kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan mengalami peningkatan dari triwulan sebelumnya.

Kepala BPS Sultra, Atqo Mardiyanto di Kendari, Selasa mengatakan, tingkat optimisme masyarakat juga lebih tinggi dibandingkan dengan Triwulan I-2017 (nilai indeks sebesar 98,57).

Kondisi ekonomi konsumen yang meningkat terutama didorong oleh meningkatnya pendapatan rumah tangga dan volume/frekuensi konsumsi terhadap barang dan jasa rumah tangga.

Ia mengatakan, adapun penjelasan umum masalah ITK, adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang menurut pendapat konsumen sebagai pelaku konsumsi.

Adapun jumlah sampel STK pada Triwulan II-2017 sebanyak 14.021 rumah tangga di seluruh provinsi di Indonesia. Sementara di Sulawesi Tenggara sendiri sampel STK berjumlah 180 rumah tangga.

Responden STK mulai triwulan I-2017 dipilih pada strata blok sensus kategori sedang dan tinggi berdasarkan "wealth index" dan merupakan subsampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) khusus di daerah perkotaan. Pemilihan sampel dilakukan secara panel antar-triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar-waktu.

Pada saat yang sama juga dilakukan penyempurnaan kuesioner dan cara penghitungan indeksnya.

Sementara itu, perkiraan ekonomi konsumen pada triwulan III-2017 oleh masyarakat diperkirakan mencapai 107,10, artinya kondisi ekonomi konsumen diperkirakan tetap meningkat, namun dengan tingkat optimisme konsumen yang diperkirakan lebih kecil dibandingkan Triwulan II-2017 (nilai ITK sebesar 111,59).

"Peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada Triwulan III-2017 ini diperkirakan terjadi karena ditopang meningkatnya pendapatan masyarakat," ujar Aqto.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar