BPTP Sultra Gencar Sosialisasikan Gerakan Tanam Cabai

id muh

BPTP Sultra Gencar Sosialisasikan Gerakan Tanam Cabai

Kepala BPTP Sultra, Muh Asaad, saat memberikan sambutan pada sosialisasi bersama gerakan tanam cabai di Kendari. (foto Antara/Suparman)

Kendari, Antara Sultra - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara gencar melakukan sosialisasi gerakan nasional tanam cabai kepada warga di daerah itu.

BPTP Sultra menggandeng TP-PKK Kendari mengunjungi kawasan Taman Kota, Minggu, untuk melakukan sosialisasi kepada warga pengunjung taman kota yang sedang berolahraga.

"Gerakan ini memang harus sering kita sosialisasikan kepada siapa pun, untuk menumbuhkan kesadaran warga agar menanam cabai di pekarangan," kata kepala BPTP Sultra, Muhammad Asaad.

Dijelaskan, gerakan nasional yang didasari instruksi Kementerian Pertanian terkait flukstuasinya harga cabe yang kian meningkat dipasaran sehingga gerakan nasional tanam cabai ini mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian untuk merangkul organisasi wanita mulai dari pusat sampai ke daerah untuk berkerja sama mengatasi masalah harga yang sangat tinggi.

"Cabai merupakan komoditas sayuran yang sangat strategis karena konsumsi cabai di masyarakat cukup tinggi yang tidak diimbangi dengan pasokan serta suplai dari para petani yang dirasa masih kurang," katanya.

Oleh karena itu lanjut Asaad, pemanfaatan lahan perkarangan rumah dengan tanaman-tanaman produktif, dapat berdampak ekonomis bagi kebutuhan keluarga.

"Pemanfaatan lahan perkarangan secara optimal dengan menanam aneka jenis tanaman sayur-mayur dan buah-buahan merupakan jurus ampuh untuk mengatasi kerawanan pangan dan gejolak harga pangan," katanya.

Melalui gerakan tanam cabai di perkarangan, diharapkan diharapkan menjadi solusi, inspirasi dan motivasi bagi masyarakat Sultra untuk turut serta dalam meningkatkan produksi cabai terutama untuk pemenuhan kebutuhan masing-masing.

"Saya harap dengan adanya sosialisasi ini masyarakat jadi mau menanam cabai serta tahu cara merawatnya dengan baik, yang berimbas pada normalnya harga cabai dipasaran dan juga masyarakat menjadi mandiri dalam memanfaatkan lahan perkarangan dan tidak bergantung pada harga yang ada di pasaran," ujanrya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2021