Sabtu, 21 Oktober 2017

Menag: Nilai Agama Pemersatu Umat Dalam Kemajemukan

id lukman-dialog
Menag: Nilai Agama Pemersatu Umat Dalam Kemajemukan
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka dialog lintas tokoh agama di Baubau, Sulawesi Tenggara. (foto Antara/Suparman)
Kendari, Antara Sultra - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Saefuddin, mengatakan hanya nilai-nilai agama yang bisa menyatukan umat dari keberagaman atau kemajemukan.

"Para pendahulu kita telah mencari berbagai pendakatan untuk menyatukan kita dari berbagai suku, adat dan budaya. Tetapi semua itu tidak cukup. Kemudian mereka menemukan nilai agama yang bisa menyatukan kita dalam keragaman," kata Lukman Hakim saat membuka dialog tokoh lintas agama se-Sultra di Baubau, Senin.

Ia mengatakan, dimanapun setiap orang berdomisili dengan suku, adat dan budaya yang berbeda tetapi semua menjunjung tinggi nilai agama.

"Kita disatukan dengan komitmen untuk menjunjung tinggi agama, apapun agama yang dianut yang tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka dan itulah kekuatan kita dan tidak dimiliki bangsa lain," kata Lukman.

Ia mengatakan, agama ikut menata kehidupan manusia dalam kemajemukan sehingga bisa hidup berdampingan dalam kemajemukan etnis, budaya dan adat istiadat.

"Karena itu saya hadir memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dialog lintas agama ini yang bertujuan membantu pemerintah membangun kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Dialog itu dihadiri pula Wali Wali Kota Baubau AS Thamrin, Asisten I Pemprov Sultra, Saripuddin Safaa, Kakanwil Kemenag Sultra, Mohamad Ali Irfan, Ketua DPRD Baubau, Roslina Rahim kepala kemenag kabupaten kota se Sultra, tokoh agama se Sultra, FKUB.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga