KPID Sultra: Radio Pemda Koltim Belum Berizin

id ilegal

KPID Sultra: Radio Pemda Koltim Belum Berizin

ilustrasi (foto Antara)

Kendari, Antara Sultra - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tenggara menyatakab bahwa Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) milik Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) belum mengantongi izin penyiaran.

Komisioner KPID Bidang Pengawasan Isi Siaran Sultra, Siswanto Azis, di Kendari, Rabu, mengatakan, meski keberadaan radio siaran milik Pemda di Koltim sudah lama beroperasi, ternyata belum mengantongi Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP).

"Tindakan melanggar hukum itu tentu tidak bisa ditolerir, sebab setiap lembaga penyiran baik itu radio, televisi, maupun tv kabel harus memiliki IPP sebelum beroperasi," ujaranya, pada acara seminar nasional bertemakan `Komunikasi untuk Merajut Indonesiaan`.

Ia mengatakan, walaupun itu milik Pemda tetap tergolong sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) sehingga wajib mengantongi izin siar.

Disinyalir, kata Siswanto, RSPD itu beroperasi dengan dalih sesuai Peraturan Daerah (Perda) soal Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang dibuat oleh Pemda Kolaka Timur.

Tak hanya itu, hingga kini, RSPD Koltim juga diduga tak memiliki izin frekuensi, hal ini sesuai dengan pasal 33 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (UU Telekomunikasi) yang menyatakan bahwa penggunaan spektrum frekuensi radio dan orbit satelit wajib mendapatkan izin pemerintah, juga Undang-Undang nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran mewajibkan pengelola radio harus mengantongi IPP.

Disayangkan Siswanto Azis, seharusnya Pemda Koltim yang harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Kolaka timur, tapi ini malah sebaliknya pemda yang melanggar aturan

"Seharusnya Pemda Koltim itu memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya, tapi ini terbalik malah pemda yang melanggar aturan," tegas Siswanto.

Kabag Humas dan Infokom Pemda Kolaka Timur yang dicoba dikonfirmasi melalui telepon di Tirawuta belum bisa dihubungi terkait keberadaan siara radio milik Pemda tersebut.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar