Jokowi-Lee Lakukan Diplomasi Batik

id jokowi-lee

Jokowi-Lee Lakukan Diplomasi Batik

Presiden Joko Widodo (kanan) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong (kiri) memberikan pernyataan pers pada pertemuan bilateral di Semarang, Jawa Tengah, Senin (14/11). (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

        Semarang (Antara News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong melakukan diplomasi batik untuk mengakrabkan hubungan antara dua negara.

        Diplomasi batik yang dilakukan dua pemimpin negara itu dilakukan dengan menyaksikan sejenak proses pembuatan batik tulis di Wisma Perdamaian, Semarang, Jawa Tengah, Senin.

        Hal tersebut tampak dilakukan, usai pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

        Saat itu, Presiden Joko Widodo mengajak PM Singapura Lee untuk menyaksikan pembuatan batik sekaligus mempraktikkan secara singkat pembuatan batik tulis tersebut.

        Dalam suasana yang terasa akrab itu, Presiden Joko Widodo sekilas mengenalkan kerajinan batik kepada PM Lee.

        Adapun Ibu Negara Iriana Joko Widodo tampak mendampingi istri PM Lee yakni Ho Ching, yang juga melakukan hal yang sama.

        Berulang kali PM Lee terlihat mengeluarkan perangkat telepon genggamnya dari saku untuk mengabadikan aktivitas para perajin yang ada di sana.

        Melihat antusiasme yang ditunjukkan PM Lee dan istrinya, Presiden Joko Widodo yang saat itu didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun berinisiatif mempersilakan keduanya untuk mencoba sendiri menuliskan pola batik di atas kain mori.

        Walau tampak sedikit canggung, jemari keduanya tetap mantap saat memegang canting.

        Keduanya tampak begitu antusias menggoreskan canting di atas pola, sementara Presiden dan Ibu Negara Iriana sibuk memperhatikan.

        Persahabatan jelas tergambarkan siang itu sebagaimana Indonesia dan Singapura yang merupakan negara yang saling bertetangga dekat.

        Selama hampir 50 tahun kedua negara telah menjalankan hubungan kenegaraan, momen langka yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong siang itu menunjukkan eratnya hubungan kedua negara.

        Semua berharap diplomasi batik dan kehangatan kedua pemimpin negara tersebut terwujud dalam persahabatan yang semakin baik antara Indonesia dan Singapura di masa datang.

                                         Lima isu

        Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong mengangkat lima isu kerja sama saat pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

        PM Lee dan Presiden Jokowi melakukan pernyataan pers bersama setelah pertemuan bilateral di Wisma Perdamaian Semarang, Senin.

        Lee mengapresiasi penyambutan hangat oleh Presiden Jokowi dan Pemerintah Daerah Semarang serta masyarakat Semarang.

        Ia menganggap Indonesia merupakan negara tetangga dan juga mitra pentingnya.

        "Ini adalah pertemuan resmi pertama saya dengan Presiden Jokowi. Indonesia adalah mitra dekat dan tetangga Singapura. Dan pertemuan ini adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk membahas bagaimana untuk meningkatkan hubungan kita," ujar PM Lee.

        Lebih lanjut, PM Lee juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama di lima bidang yakni investasi di kawasan Batam, Bintan, Karimun, serta kawasan lain di daerah Indonesia, termasuk Kawasan Industri Kendal yang akan segara dibuka.

        Kedua di bidang pariwisata yaitu dengan peningkatan jumlah arus wisatawan antarkedua negara, termasuk membuka jalur pelayaran kapal pesiar.

        Ketiga, sektor energi, dengan berkontribusi dalam proyek 35.000 MW di Indonesia.

        Keempat membentuk sebuah asosiasi bisnis Indonesia-Singapura untuk meningkatkan hubungan bisnis antarkedua negara, dan kelima kerja sama di bidang pencegahan terorisme.

        Presiden Jokowi menjelaskan soal reformasi di bidang ekonomi dan hukum yang sedang terus berjalan serta berproses di Indonesia kepada Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong.

        Jokowi dan Lee melakukan pertemuan bilateral di Wisma Perdamaian Semarang, Senin, untuk membahas sejumlah isu penting termasuk penguatan kerja sama di bidang ekonomi.

       "Dalam pertemuan ini saya juga telah jelaskan mengenai reformasi ekonomi dan juga hukum yang akan terus dilakukan oleh Indonesia agar ekonomi kita lebih kompetitif," kata Presiden Jokowi.

        Presiden Jokowi mengatakan, secara umum pertemuan bilateral dengan PM Lee berlangsung produktif dan terbuka.

        "Dan dalam pertemuan tersebut kita sepakat untuk terus melaksanakan kerja sama ekonomi," katanya.

        Presiden Jokowi menegaskan bahwa Singapura merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan dan investasi dan di tengah kelesuan ekonomi dunia hingga kini Singapura masih menunjukkan peningkatan investasi yang sangat tinggi.

        "Dari Januari hingga September 2016 investasi Singapura ke Indonesia mencapai 7,1 miliar dolar AS mengalami mengalami kenaikan 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," katanya.

        Peningkatan Investasi terus terjadi termasuk investasi di Batam dan Kendal.

        Pada kesempatan pernyataan pers bersama PM Lee mengatakan Presiden Jokowi dan dirinya melakukan Leadership Retreat bersama untuk pertama kalinya yang dianggapnya sebagai peluang yang baik bagi kedua negara untuk mendiskusikan tentang peningkatan kerja sama.

        "Indonesia merupakan mitra dan tetangga dekat kami. Dan pertemuan ini menjadi kesempatan yang baik untuk kami mendiskusikan bagaimana untuk meningkatkan kerja sama. Hubungan bilateral kedua negara dalam kondisi yang baik," katanya.

        PM Lee telah sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dengan Indonesia dan berharap Indonesia selalu berhasil.

        Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, serta Kepala BKPM Thomas Lembong.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar