80 Persen Eksekutif Terancam Miskin Hari Tua

id axa

         Jakarta (Antara News) - Presiden Direktur AXA Mandiri, Jean Philippe Vandenschrick mengatakan 80 persen eksekutif terancam miskin di hari tua akibat gaya hidup yang konsumtif dan investasi yang kacau.

         "Untuk mencapai kesuksesan finansial, setiap orang membutuhkan pola pikir, metode, dan pengelolaan keuangan yang tepat dengan selalu memperhatikan proteksi diri dan keluarga," kata Jean saat peluncuran produk asuransi "Mandiri Elite Plan" di Jakarta, Kamis.

         Selain itu, kata Jean, setiap orang juga harus mampu memilih instrumen keuangan yang tepat sesuai dengan kebutuhan serta tujuan masa depannya.

         Sementara itu, ia juga mengatakan fenomena yang sama juga ditemukan pada kehidupan para atlet dan artis yang pernah berjaya.

         "Namun, setelah kejayaannya berakhir, banyak kehidupan para pesohor tersebut yang ikut terjun bebas akibat pengelolaan keuangan yang tidak tepat dan gaya hidup mewah yang konsumtif. Selain itu, pihaknya juga menemukan sejumlah fakta, yaitu banyak keluarga yang terpecah akibat persoalan keuangan setelah orangtuanya meninggal," ucap Jean.

         Dalam kesempatan yang sama, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) meluncurkan produk asuransi "Mandiri Elite Plan" untuk memenuhi kebutuahn nasabah terhadap perlindungan diri dan mempersiapkan warisan terbaik bagi keluarga.

         Director of In Branch Channel AXA Mandiri, Tisye Diah Retnojati menjelaskan melalui "Mandiri Elite Plan" nasabah bisa menikmati manfaat uang pertanggungan hingga 50 kali dari premi dasar.

         "Biaya akuisisi yang kompetitif hanya 50 persen dari premi dasar pada tahun pertama. Loyalty bonus 10-15 persen dari total premi, yaitu premi dasar dan premi regular Top Up mulai tahun ke-5 sampai tahun ke-8," katanya.

         Ada pun, kata dia, usia masuk tertanggung, yakni mulai usia 15 hari sampai 60 tahun dengan perlindungan hingga usia 100 tahun.

         ""Mandiri Elite Plan" juga memiliki beragam pilihan asuransi tambahan mulai dari asuransi kesehatan, kecelakaan hingga penyakit kritis," tuturnya.

         Melalui produk terbaru ini, pihaknya juga ingin berpartisipasi langsung dalam mendukung progaram pemerintah melaksanakan literasi keuangan.

         "Banyak dari masyarakat kita yang sesungguhnya sudah "melek" finansial ternyata juga masih enggan berasuransi," ucap Tisye.

         Hal tersebut, kata dia, juga diperkuat oleh temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berdasarkan surveinya pada 2013, hanya 18 persen dari populasi penduduk Indonesia yang memiliki pemahaman akan asuransi dan hanya 11,8 persen yang memiliki asuransi.

         "Melalui "Mandiri Elite Plan", kami berharap dapat terus meningkatkan penetrasi asuransi sekaligus memberikan perlindungan asuransi secara menyeluruh yang akan mendatangkan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat," ucap Tisye.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar