Buton Tengah Mulai Identifikasi Berbagai Obyek Wisata

id buteng-wisata

Kendari (Antara News) - Kabupaten Buton Tengah, salah satu kabupaten otonom baru di Sulawesi Tenggara mulai mengidentifikasi berbagai potensi pariwisata di daerah itu untuk kemungkinan dikembangkan menjadi obyek wisata menarik.

"Kami sudah mencatat beberapa wilayah pantai yang memiliki pasir putih dan keindahan alam yang cukup menarik," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Tengah, Lukman di Kendari, Minggu.

Menurut dia, sudah ada dua wilayah pantai yang ditemukan di kabupaten tersebut memiliki panorama alam yang cukup indah dan menarik.

Kedua pantai tersebut adalah, Pantai Katembe di Kecamatan Mawasangka Timur dan Pantai Mutiara di Gumanano, Mawasangka Tengah.

"Kedua pantai itu, selain memiliki memiliki hamparan pasir putih, juga alam bawah laut di sekitar pantai cukup indah karena dihuni beragam jenis terumbu karang dan berbagai jenis ikan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Buton Tengah sendiri kata dia, sudah menetapkan dua pantai tersebut sebagai kawasan wisata bahari andalan yang pengembangannya menjadi proritas.

"Selain mengembangkan kedua obyek wisata bahari itu, kami juga menggali berbagai kearifan lokal untuk dikembangkan sebagai obyek pariwisata budaya," katanya.

Salah satu kearifan lokal yang saat ini tengah dipromosikan ke berbagai daerah adalah tari `Komomose`, sebuah tarian yang dikemas sebagai ajak mencari jodoh bagi kaum muda mudi.

"`Komomose` dalam bahasa masyarakat setempat berasal dari kata `komomo` dan poose-ose. `Komomo` mengandung makna bunga yang sedang kuncup atau hampir mekar, sedangkan poose-ose artinya berjejer secara terartur," katanya.

jadi, tarian `Komomose` ujarnya, adalah sebuah tarian tradisi di mana anak-anak gadis yang memasuki usia remaja duduk berjejer secara teratur lalu datang anak-anak muda laki-laki memandang dan memperhatikan gadis-gadis yang duduk berjejer tersebut.

Jika anak muda lelaki tertarik pada salah satu gadis yang duduk di arena tersebut kata dia, maka si pemuda akan mengisi baki yang disiapkan di depan si gadis kacang goreng.

"Biasanya, lelaki yang mengisi kancang goreng pada baki salah satu gadis, keluarga akan segera berkomunikasi dengan keluarga si gadis untuk melangsung pelamaran, selanjutnya ke pernikahan," katanya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar