Bosowa Half Marathon Gunakan Pengukur Waktu "Chiptag"

id Bosowa-Mksr

        Makassar  (Antara News)- Pihak penyelenggara lomba lari bertajuk"Bosowa Half Marathon" di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Maret 2015 akan menggunakan sistem pencatat waktu teknologi "chip tag" guna memantau para peserta lomba.

         Pihak Event Organizer Bandara Sport, Andreas Kansil di Makassar, Senin, mengatakan pencatat waktu teknologi chiptag ini akan dipasang pada sepatu peserta lomba.

         Peralatan teknologi ini sudah diterapkan pada berbagai kejuaraan besar seperti Boston Marathon 2012, Rotterdam Marathon 2013 serta Jakarta Maraton.

         "Pin pencatat waktu ini juga berfungsi menghindari kecurangan dari peserta. Sementara peserta sendiri juga akan terbantu karena bisa melihat catatan waktunya dalam perlombaan," katanya.

         Menurut dia, pin pengukur waktu ini akan berfungsi pada saat melintasi di tempat cek poin yang telah ditentukan panitia.

         Sementara untuk rute yang akan dilalui, kata dia, khusus untuk kategori 21 K akan mulai start dari depan Menara Bosowa. Selanjutnya menuju ke Jalan Haji Bau, Melewati Pantai Losari, Tanjung Bunga, dan balik ke Losari, melewati Benteng Rotterdam.

         Selanjutnya melewati Jalan Ahmad Yani, sampai ke fly over, menuju Kampus Universitas Muslim Indonesia, kemudian balik dan finish di Menara Bosowa.

         "Startnya akan dimulai dari depan Menara Bosowa dan melintasi beberapa jalan yang ada di Makassar. Untuk rutenya memang tetap sama dengan sebelumnya," ujarnya.

         Direktur Bosowa Foundation sekaligus Panitia Half Marathon 2015, Melinda Aksa, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 4.200 peserta bisa mengikuti kejuaraan yang merupakan rangkaian peringatan HUT Bosowa ke-42.

         Sementara untuk hadiah, pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar Rp 402 juta bagi para pemenang. Hadiah ini dipersiapkan bagi seluruh pememang pada enam kategori yakni 21 K terbuka (berlaku untuk warga negara asing dan WNI), 21 K tertutup (khusus WNI), 21K Master (untuk peserta berusia 40 tahun keatas).

             Selain itu kategori 10 K terbuka (berlaku untuk WNI), 10 K pelajar (untuk pelari berusia 16 tahun ke bawah), serta 5K untuk seluruh warga negara Indonesia.

         "Khusus bagi pemenang pada kategori WNI, akan kita ambil hingga posisi enam. Sedangkan untuk kategori 21 K terbuka yang diikuti peserta asing hanya sampai peringkat tiga," jelasnya.

         Selain menyiapkan hadiah uang tunai, kata dia, para peserta lomba juga akan mendapatkan kaos eksklusif, tas, dan medali. Namun khusus untuk pemberian medali baru bisa dilakukan jika peserta memang berhasil sampai pada garis finis.

         "Untuk medali tentu kita akan siapkan sesuai dengan jumlah peserta. Ini juga sesuai dengan tema lomba yakni "Semua Pasti menang"," ujarnya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar