PT Antam Buka Toko Untuk Tingkatkan Pendapatan

id antam

PT Antam Buka Toko Untuk Tingkatkan Pendapatan

Semarang (Antara News) -  PT Aneka Tambang (Antam) membuka toko di sejumlah kota besar untuk meningkatkan pendapatan karena adanya peningkatan target penjualan emas milik pemerintah tersebut pada 2014.

"Kami menargetkan volume penjualan logam mulia emas pada tahun 2014 ini mencapai 13,6 ton dari tahun lalu yang targetnya sebesar 6,5 ton," ujar Direktur Operasional PT Antam Tedy Badrujaman di Semarang, Rabu.

Oleh karena itu, pihaknya membuka toko yang dikemas dalam butik emas di sejumlah kota besar, salah satunya di Semarang.

Dipilihnya Semarang sebagai satu di antara 10 kota besar untuk pembangunan butik emas tersebut, karena kota setempat memiliki potensi besar bagi penjualan emas Antam.

Bahkan, pihaknya menargetkan penjualan emas produksi Antam khusus cabang Semarang bisa mencapai 25 kilogram per bulan.

"Kami melihat sebagian masyarakat Semarang memiliki ketertarikan yang besar terhadap emas oleh karena itu kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka," ujarnya.

Pihaknya optimistis dengan target yang dibebankan di toko emas Antam cabang Semarang tersebut. Sejauh ini target yang diberikan di masing-masing cabang bersifat variatif antara 10-25 kilogram, namun demikian cabang Jakarta mampu menjual 40 kilogram per bulan.

"Harapan kami target penjualan di masing-masing cabang ini bisa terpenuhi sehingga target secara nasional yaitu sebesar 100 kilogram bisa tercapai," katanya.

Tedy mengakui ada penurunan penjualan emas pada 2014 jika dibandingkan dengan 2013, salah satu faktor yang menyebakan kondisi tersebut adanya pemilihan umum legislatif dan presiden.

"Pelaksanaan pemilu ini di satu sisi memperkuat level rupiah terhadap dolar namun di sisi lain justru menurunkan penjualan emas, namun kami optimistis kondisi ini hanya bersifat sementara," katanya.

Untuk cabang Semarang, toko dengan nama Butik Emas Logam Mulia itu di Kompleks Ruko Pemuda Mas Nomor 7A Semarang.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar