PT Vale Catat Kenaikan Produksi Triwulanan

id pa-vale

Kolaka (Antara News) - PT.Vale Indonesia mengumumkan produksi pada triwulan ketiga tahun 2013 yang belum diaudit memproduksi tiga persen lebih banyak nikel dalam matte dibandingkan produksi pada triwulan kedua tahun yang sama.

"Ini juga sekaligus menegaskan keyakinan pencapaian target produksi tahun 2013 sebesar 10 persen lebih tinggi dari produksi tahun 2012," kata General Manajer Communications PT Vale Indonesia Tbk, Teuku Mufizar Mahmud melalui press releasenya yang diterima ANTARA, Kamis.

Ia menyebutkan, pada 2013 PT. Vale mengirim 19.613 metrik ton nikel matte kepada pelanggannya dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, baik produksi maupun volume penjualan pada sembilan bulan pertama tahun 2013 naik sebesar 16 persen.

"Kenaikan produksi ini dapat menyebabkan penurunan biaya tetap per unit dan sekaligus meningkatkan keunggulan daya saing biaya perusahaan sekalipun dalam kondisi pasar yang menantang seperti saat sekarang ini," ujarnya.

Mufizar juga menjelaskan, harga realisasi rata-rata tahun 2012 menurun 11 persen dibandingkan harga realisasi pada 2013, dengan demikian pendapatan juga mengalami penurunan sebesar 13 persen pada periode yang sama.

"Ebitda Pada triwulan ini lebih rendah 10 juta dolar AS, juga dipengaruhi oleh rendahnya harga realisasi rata-rata, sementara pendapatan pada sembilan bulan pertama tahun 2013 adalah sebesar empat persen. Lebih baik dibandingkan pendapatan yang diperoleh pada periode yang sama tahun 2012, disebabkan peningkatan volume penjualan sebesar 16 persen mengimbangi penurunan harga realisasi rata-rata sebesar 10 persen," ujarnya.

Ebitda periode sembilan bulan pertama tahun ini, kata dia, bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mengalami kenaikan sebesar 38 juta dolar AS, juga karena kenaikan volume penjualan dan biaya per unit yang lebih rendah.

"Beban pokok pendapatan pada tiga triwulan tahun ini menurun sebesar 10 persen terutama didorong oleh penurunan biaya bahan bakar dan biaya pelumas pada tiga triwulan itu sebesar 9 persen bila dibandingkan dengan 2013. Hal ini disebabkan terutama oleh pemakaian minyak bakar bersulfur tinggi (HSFO) yang lebih rendah karena proyek konversi Batubara tahap 1 (Coal Conversion Project-CCP1) telah memasuki tahap uji coba di pertengahan 3T13," kata Mufizar

Begitu juga pada triwulan ketiga tahun ini, PT VAle mengkonsumsi 608.058 barel HSFO dengan biaya rata-rata AS$99,65 per barel dibandingkan 679.306 barel dengan biaya rata-rata AS$100,76 per barel pada triwulan sebelumnya.

"Ke depannya, konsumsi ini akan Perseroan juga menggunakan 14.774 kiloliter bahan bakar diesel dengan biaya rata-rata AS$0,87 per liter sementara pada 2013 sebesar 14.732 kiloliter dengan biaya rata-rata AS$0,85 per liter," terangnya

Untuk itu, kata Mufizar, perseroan terus melanjutkan pengembangan berbagai inisiatif penghematan biaya tanpa mengkompromikan kesehatan dan keselamatan karyawan maupun nilai utama karena keselamatan jiwa merupakan hal terpenting.

" Manajemen PT. Vale juga berkeyakinan bahwa Perseroan telah berada di jalur yang tepat untuk melaksanakan strateginya memastikan rencana pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan dan memaksimalkan produksi melalui keunggulan operasional," ujarnya.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar