Azhari: USN Punya Bukti Kuat Kepemilikan Tanah

id usn-tanah

Azhari: USN Punya Bukti Kuat Kepemilikan Tanah

Rektor USN Kolaka, Dr. Azhari memperlihatkan bukti dokumen tanah milik USN yang ada di Desa Watalara, Kecamatan Baula. (Foto ANTARA/Darwis Sarkani)

"Di dalamnya sudah termuat tanah milik STIKIP yang ada di Baula seluas 400 hektar tanah USN di Baula yang diberikan secara hibah oleh Pemprov Sultra dan Bupati TK II Kolaka guna pembangunan kampus II STIKIP yang saat ini beralih status menjadi USN,"
Kolaka (ANTARA News) - Rektor Universitas 19 November (USN) Kolaka, Dr. Azhari mengatakan, lokasi tanah yang ada di desa Watalara Kecamatan Baula adalah sah milik USN yang saat itu bernama STIKIP.

Azhari menjelaskan hal tersebut di Kolaka, Selasa, menanggapi adanya polemik mengenai sengketa lahan yang berlokasi di Desa Watalara antara pihak USN dengan salah seorang warga yang juga pensiunan TNI, Mukhalid.

Menurut dia, USN memiliki bukti kuat bahwa tanah yang diklaim Mukhalid adalah milik USN karena dalam rencana induk pengembangan (RIP) STIKIP tahun 1987-1992 yang ditandatangani Wakil Ketua STIKIP saat itu, almarhum HM.Tahrir dan Dekan STIKIP yang juga pembantu Gubernur Sultra saat itu, Djalante.

"Di dalamnya sudah termuat tanah milik STIKIP yang ada di Baula seluas 400 hektar tanah USN di Baula yang diberikan secara hibah oleh Pemprov Sultra dan Bupati TK II Kolaka guna pembangunan kampus II STIKIP yang saat ini beralih status menjadi USN," ujarnya.

Ia menyebutkan, dalam surat keterangan tanah yang diterbitkan Pemkab Kolaka tahun 2004 dan Surat Keterangan tanah nomor 593/543/1987 tertanggal 18 Agustus 1987 oleh Kepala seksi Kantor Agraria Kabupaten Kolaka, memberikan sebidang tanah seluas 400 ha yang letaknya di Desa Baula, Watalara dan Puundoho telah ditunjuk Bupati Kepala Daerah Tingkat II  Kolaka, untuk persiapan lokasi/calon kampus STIKIP 19 November Kolaka, seluas 30 hektar saat itu telah diproses.

"Selanjutnya pemerintah melalui APBD Provinsi Sultra dan Kabupaten Kolaka telah membangun dua unit bangunan yang sampai saat ini masih ada di lokasi itu," kata Azhari.

Selain Rencana Induk Pengembangan STIKIP, lanjut dia, Surat dari Kantor Agraria dengan nomor 590/385 tanggal 6 maret 2004 perihal keterangan tanah pengalihan STIKIP kepada USN, yang ditandatangani Pelaksana Sekda Kolaka H. Supriono Baso bahwa benar STIKIP 19 November Kolaka memiliki tanah hibah dari Pemda Sultra seluas 400 ha di Kecamatan Baula.

"Kalau Pak Mukhalid memiliki bukti bahwa itu tanahnya, maka pihak USN akan menyerahkannya," kata Azhari.

Azhari juga mengatakan, proses klaim tanah yang dilakukan Mukhalik itu tidak mempengaruhi proses penegerian USN, hanya saja mengganggu dan menghalangi untuk pembangunan kampus di Baula. (Ant).
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar