Gubernur Sultra Pimpin Rapat Pemaparan Renstra SKPD

Kendari,  (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, Kamis, memimpin rapat pemaparan rencana strategis (Renstra) program kerja sebanyak 55 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), di lingkup Pemerintah Provinsi Sultra, dalam rangka penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2013-2018.

Gubernur Sultra, Nur Alam, menjelaskan, renstra SKPD sebagai masukkan untuk penyusunan dokumen RPJMD maka, kepala SKPD harus memimpin secara langsung penyusunan renstra SKPD.

"Karena terkait dengan penandatangan kontrak kinerjanya dan pakta integritas, dengan berpedoman substansi presentase yang saudara harus minimal memperlihatkan benang merah yang jelas antara masalah, indikator kinerja dan program/kegiatan untuk mencapai indikator kinerja," kata Nur Alam sesaat sebelum setiap pimpinan SKPD memaparkan renstra, di Aual Merah Putih, Kendari.

Menurut Gubernur, pembangunan tahun 2013-2018 adalah melanjutkan kebijakan pembangunan tahun 2008-2013 yang termuat dalam program utam yakni Bangun Kesejahteraan masyarakat (Bahteramas).

"Kesejahteraan mengandung makna keamanan dan keselamatan, kesenangan hidup dan kemakmuran. Sedang sejahtera yang merupakan kata dasar dari kesejahteraan mengandung makna aman, sentosa dan makmur, selamat, terlepas dari segala kesukaran serta selamat tak kurang satu apapun," ujarnya.

Ia mengatakan, prioritas pembangunan tahun 2013-2018 adalah peningkatan nilai tambah sumberdaya alam melalui percepatan pembangunan infrastruktur kawasan strategis dan industrialisasi serta memantapkan pelaksanaan program bahteramas diberbagai bidang melalui pengembangan klaster.

"Presentase yang saudara-saudara lakukan pada hari ini diharapkan merupakan kerja kelompok dengan para eselon tiga, agar semuanya mengetahui dan paham terhadap arah kebijakan pembangunan lima tahun ke depan," kata Nur Alam sesaat sebelum setiap pimpinan SKPD memaparkan renstra.

Dengan demikian kata Nur Alam, perencanaan dan penganggaran pembangunan benar-benar dipahami oleh semua pihak, tidak hanya pimpinan SKPD tetapi juga seluruh jajaran SKPD.

Pantauan, setiap pimpinan SKPD, diberi kesempatan sekitar 15 menit untuk memaparkan garis-garis besar rencana strategis apa yang akan dilakukan selama lima tahun kedepan.(Ant).