Ustadz Maulana `hipnotis` Majelis Taklim Di Kendari

Kendari,  (ANTARA News) - Ustadz Muhammad Nur Maulana atau dengan sapaan "jamaah oh jamaah, Alhamdu...lillah" menghipnotis ribuan ibu-ibu majelis taklim di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat sore.

Kehadiran ustadz, asal Makassar, Sulawesi Selatan itu, sebelum menyampaikan siar Islam di Mesjid Agung Al-Kautzar Kota Kendari, lebih awal diundang menghadiri acara penresmian pusat perbelanjaan moderen Lippo Plaza Kendari, yang diresmikan Gubernur Sultra, H Nur Alam dan dihadiri pemegang saham utama Grup Lippo James Riady dan Presiden Lippo Theo L Sambuaga.

Namun saat hadir ditengah-tengah peresmian pasar modern pertama di Kota Kendari itu, ustadz tidak tampil, karena waktunya sempit menjelang sholat Jumat, sehingga pihak panitia memutuskan setelah jumatan baru diadakan ceramah dan syikir bersama di mesdji raya Kota Kendari.

Di masjid Agung Kota Kendari, dai Nur Maulana, saat menyapa para jamaah, mendapat sambutan luar biasa, dan bahkan hampir seluruh kaum ibu-ibu yang ada di dalam mesjid itu, berebutan untuk mengambil gambar bersama ustadz yang eksentrik, gahul dan lucu itu.

"Pak, pak ustadz, kita foto bersama dulu dong, mumpung bapak ada di Kota Kendari ini," tutur sejumlah ibu-ibu yang mengaku dari majelis taklim dari Kelurahan Mandonga, Kota Kendari.

Dalam isi ceramah ustadz Maulana, mengangkat hakekat pentingnya Idul Qurban bagi kaum muslim yang memiliki kemampuan lebih dari cukup.

"Muslim yang sudah mempunyai kecukupan lebih, wajib melakukan qurban. Bentuk kurban itu, tidak hanya dalam bentuk hewan yang sudah ditentukan, tetapi juga dalam bantuan lain kepada orang-orang yang membutuhkan," katanya.

"Kalau memang seseorang tidak mampu berkurban hewan berupa kambing, maka cukup berkurbang dengan hewan sapi," kata Nur Maulana, seraya menambahakan, kenapa demikian karena untuk membeli satu ekor kambing haraga sudah mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per ekor untuk satu jiwa. Sementara bila berkurban dengan hewan sapi bentuknya berjamaah hingga tujuh orang, dan harganya pun hanya berkisar antara Rp6 juta hingg Rp7 juta per ekor.

Di setiap akhir acara, ustadz yang sudah 2-3 kali diundang di Kota Kendari itu selalu mengajak para jamaahnya untuk merefleksikan diri. Sejenak menundukkan kepala berdoa dan memohon ampun atas kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan.

Semua jamaah banyak yang menetskan air mata saat doa-doa mohon ampun dipanjatkan Ustadz Maulana. Ia juga mampu membius para jamaah yang hadir di kegiatan itu.***3***(A056)