Senin, 25 September 2017

Asrun Pamit Kepada Warga Kendari Barat

id asrun
Asrun Pamit Kepada Warga Kendari Barat
Wali Kota Kendari, Asrun saat pamit kepada warga Kec Kendari Barat pada acara rakor di Lapanan Benubenua. (Foto ANTARA/ Suparman)
Kendari (Antara Sultra) - Wali Kota Kendari, Asrun pamit kepada warga Kecamatan Kendari Barat karena dirinya segera mengakhiri jabatan sebagai wali kota Kendari pada 8 Oktober mendatang.

"Tidak terasa, 10 tahun saya bersama Wakil Wali Kota Kendari Musadar memimpin kota ini dan harus berakhir. Karena itu saya meminta pamit kepada warga Kendari Barat, karena mungkin saja selama saya mejadi wali kota ada hal-hal yang tidak berkenan mohon dimaafkan," kata Asrun pada acara rakor di Lapanan Benubenua Kendari Barat, Rabu.

Asrun mengaku, tidak menyesal pernah menjadi wali Kota Kendari karena telah melakukan berbagai terobosan pembangunan untuk masyarakat kota itu.

"Berbagai impian saya ketika menjadi wali kota sudah terwujud, kita sudah bangun jalan lingkar luar sepanjang 30 kilometer dengan lebar 40 meter, kita membuka beberapa jalan baru seperti Jalur P2ID-Abeli Dalam, Puwatu-Tabanggele," katanya.

Masa kepemimpinan Asrun juga telah membangun beberapa pasar tradisional untuk menyelamatkan eksistensi pedagang tradisional yang ada di kota itu di tengah tumbuhnya pasar modern.

"Ada enam pasar yang kita bangun yakni Pasar PKL, Pasar Sentral Kendari, Pasar Wuawua, pasar Lapulu, Pasar Baruga dan Pasar Nambo," katanya.

Ia juga menyampaikan keberhasilan pembangunan fasilitas kesehatan yakni membangun kompleks Baru RSUD Kendari menjadi terbaik di Sultra dan menjadikan semua puskesmas menjadi rawat inap dan bangunan Puskesmas dibuat dua lantai.

"Kita juga membangun Gedung DPRD yang baru di jalan Madusila yang merupakan paling mewah di Sultra. Akan diresmikan dalam waktu dekat ini," katanya.

Asrun mengaku semua itu dibangun dengan tidak berutang, bahkan yang dilakukan adalah melunasi utang PDAM sebelum dirinya menjadi wali kota sebesar RP62 miliar.

"Kita juga membangun terminal tipe A Baruga, dan membangun tambat labuh sebagai salah satu upaya menjaga Teluk Kendari dari pendangkalan," katanya.

Asrun juga menyampaikan kepada warga bahwa pascakepemimpinannya selama dua periode di Kota Kendari, maka bermaksud melanjutkan pengabdiannya dalam lingkup yang lebih luas yakni menjadi Gubernur Sultra.

"Karena sebaik baik manusia adalah yang paling banyak berguna bagi sesamanya. Kalau selama sepuluh tahun ini saya hanya berguna untuk warga Kendari, maka tidak ada salahnya jika saya bisa berguna bagi seluruh masyarakat Sultra," katanya dihadapan ratusan unsur pemerintah lingkup Kecamatan Kendari Barat dari camat hingga lurah dan RT-RW yang hadir.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga