Senin, 25 September 2017

Kendari Perbanyak Pasar Tradisional

id modern-pasar
Kendari Perbanyak Pasar Tradisional
Pasar tradisional bergaya moderen yang dibangun Pemkot Kendari. Pasar tradisional dibangun untuk beri wadah kepada pedagang tradiaional agar tidak terpingirkan ditengah pertumbuhan pasar modern. (foto Antara/Suparman)
Kendari, Antara Sultra - Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, memperbanyak pasar tradisional untuk menyelamatkan pedagang lokal agar tidak terpinggirkan.

"Saya sengaja membangun banyak pasar tradisional agar para pedagang lokal atau pedagang tradisional memiliki wadah untuk berjualan di tengah pertumbuhan supermarket di daerah ini," kata Wali Kota Kendari Asrun saat rakor di Kecamatan Mandonga, Selasa.

Disebutkan, dua periode memimpin Kendari telah membangun enam pasar tradisional, yakni Pasar PKL Kendari, Pasar Sentral Kendari, Pasar Wuawua Kendari, Pasar Lapulu, Pasar Baruga dan Pasar Nambo.

"Kota kendari ini tidak memiliki sawah yang luas, hanya mengandalkan sektor barang dan jasa untuk menjadi penggerak ekonomi daerah. Sehingga pembangunan pasar tradisional merupakan salah satu cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama para pedagang tradisional," kata Asrun yang akan berakhir masa jabatannya pada 8 Oktober mendatang.

Perkembangan kota saat ini juga diikuti dengan pertumbuhan pasar modern di beberapa titik di Kota Kandari dan tidak bisa diakses oleh para pedagang tradisional.

"Itulah kenapa saya selalu berpikir bahwa membangun pasar tradisional ini adalah hal yang sangat penting untuk masyarakat kota. Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian kita semua dan bisa menjadi pemicu buat kita untuk peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat kota," katanya.

Beberapa pasar tradisional yang ada di Kendari tersebut kata Asrun, menjadi persembahan terbaiknya bagi para pedagang tradisional yang ada di kota itu agar mereka tetap eksis.

Asrun juga menggunakan momentum pertemuan itu untuk pamit kepada masyarakat Kendari, khususnya warga Kecamatan Mandonga karena masa pemerintahannya akan berakhir pada 8 Oktober mendatang.

Asrun juga menyampaikan kepada warga bahwa pascakepemimpinannya selama dua periode di Kota Kendari, maka bermaksud melanjutkan pengabdiannya dalam lingkup yang lebih luas, yakni menjadi gubernur Sultra.

"Karena sebaik baik manusia adalah yang paling banyak berguna bagi sesamanya. Kalau selama sepuluh tahun ini saya hanya berguna untuk warga Kendari, maka tidak ada salahnya jika saya bisa berguna bagi seluruh masyarakat Sultra," katanya di hadapan ratusan unsur pemerintah lingkup Kecamatan Puuwatu dari camat hingga lurah dan RT RW yang hadir.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga