Jumat, 28 Juli 2017

Kolaka Timur Pastikan Sembako Jelang Puasa Stabil

id stabil
Kolaka Timur Pastikan Sembako Jelang Puasa Stabil
ilustrasi (foto Antara)
Kendari, Antara Sultra - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang puasa Ramadhan dan Idul Fitri 1438 hijriah tahun ini tetap stabil.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Koltim, Sahibo di Kendari, Jumat mengatakan, menghadapi bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini pihaknya memastikan seluruh ketersediaan bahan pokok tetap ada dengan harga yang stabil.

"Semua infrastruktur dalam rangka mendukung ketersediaan sembilan bahan pokok itu sampai saat ini stabil, namun yang kami antisipasi adalah terjadinya kelangkaan," katanya.

Namun menurut mantan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra itu mengatakan pihaknya tetap akan mengantisipasi jika sewaktu - waktu terjadi kelangkaan terhadap salah satu komoditas kebutuhan pokok.

Menurut Sahibo, jika ada disvaritas harga pada suatu komoditas tertentu hal itu merupakan suatu kewajaran, namun hal itu apabila terjadi pada komoditas yang berasal dari luar daerah, namun sepanjang ketersediaan stok yang diproduksi di dalam daerah masih ada dipastikan terjadi kecukupan pasokan.

"Jika ada disvaritas harga pada komoditas tertentu memang wajar kalau ada kenaikan apabila komoditas itu berasal dari luar daerah, namun sepanjang terjadi ketersediaan stok yang diproduksi di dalam kami bisa jamin terjadi kecukupan pasokan," kata Sahibo.

Lebih lanjut Kadis Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Koltim itu, selain mengantisipasi terjadinya kelangkaan pihaknya juga mengantisipasi pasokan komoditas yang berasal dari daerah lain mengingat cuaca yang saat ini kurang bersahabat untuk kiranya dapat menjadi skala prioritas dalam rangka penyebrangannya.

Sahibo mengimbau, kepada para pedagang di kabupaten Kolaka Timur untuk tetap menjaga ketersediaan kecukupan pasokan sehingga tidak terjadi hal-hal yang bisa menimbulkan gejolak harga yang tinggi di tataran konsumen.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga