Jumat, 28 Juli 2017

Humas Mabes Polri Apresiasi Bhabinkamtibmas Polres Baubau

id baubau
Humas Mabes Polri Apresiasi Bhabinkamtibmas Polres Baubau
Karo Penmas Devisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto saat meletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Fikri di Baubau. (Foto ANTARA/ Yusran)
Baubau (Antara Sultra) - Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Rikwanto memberi apresiasi terhadap keberhasilan Bhabinkamtibmas Polres Baubau, atas pembangunan Masjid Al Fikri di Kelurahan Baadia Kota Baubau.

"Saya bangga apa yang dilakukan Bripka La Ode Astar, yang telah berhasil merubah prilaku moral masyarakat di daerah ini. Kalau saya jadi dia mungkin saya belum mampu berpikir ke arah situ," ucapnya saat berada di Baubau, Kamis.

Ia mengatakan, pembangunan masjid dilingkungan Bariya itu menyusul keberhasilan Bhabinkamtibmas Baadia,Bripka La Ode Astar yang sukses mendirikan Tempat Pengajian Alquran (TPA) diwilayah itu yang sebelumnya menjadi tempat maksiat .

Menurut dia, apa yang dilakukan anggota Polres Baubau itu telah melebihi panggilan tugasnya. Dengan gaji yang terbilang kecil bisa merubah wilayah yang tidak baik menjadi baik.

"Dengan kesederhanaannya masih bisa mengajar anak-anak untuk belajar Al-Qur'an. Bahkan terakhir membeli tanah dan mewakafkannya untuk pendirian masjid disini. Tentu ini sesuatu yang luar biasa yang bukan direkayasa, tapi muncul dari keikhlasan," ujarnya.

Sementara, ketua RT Bariya, Hanisa mengatakan, berawal dari mengubah bangunan kecil yang dulunya digunakan tempat maksiat menjadi TPA pada 2016, ide cemerlang Bripka Astar kembali lahir agar di lingkungan Bariya dibangun masjid pada awal 2017.

"Dulu sebelum dirubah menjadi TPA, bangunan itu seperti Dolly di Surabaya, disitu sudah tempat minum alkohol maupun esek-esek. Namun, setelah mendirikan TPA Bripka Astar juga dengan penuh keikhlasan membeli tanah untuk membangun masjid, walaupun memang ada masjid disini, tapi jaraknya cukup jauh," ujar Hanisa.

Ia mengatakan, saat ini jumlah santri di Bariya kurang lebih 150 orang mulai dari SD hingga SMA. Sedangkan ibu-ibu yang sebelumnya tidak tahu membaca Alquran kini sudah ada 20 orang yang ikut belajar di TPA karya Astar.

Apa yang ditunjukkan La Ode Astar itu di lingkungan Bariya telah mengubah paradigma masyarakat terhadap polisi. Masyarakat setempat yang awalnya menganggap polisi sosok menakutkan berbalik 360 derajat menjadi disenangi.

Ditempat yang sama, Bripka La Ode Astar mengatakan, tanah yang dibebaskan untuk pembangunan masjid itu berukuran15 X 13 meter. Tanah tersebut dibeli dari seorang ibu yang tinggal di Raha Kabupaten Muna senilai Rp20 juta.

"Uangnya dari hasil tabungan dan ada bisnis kecil-kecilan," ujarnya.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga