Selasa, 23 Mei 2017

DPD-LDII Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

id sosialisasi
DPD-LDII Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan
Anggota DPD RI, Yusran Silondae (berbicara) saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Konawe Selatan, Selasa. (Foto ANTARA/ Azis Senong)
Kendari (Antara Sultra) - DPD RI melibatkan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Konawe Selatan, menyelenggarakan sosialisasi empat pilar kebangsaan dengan melibatkan sedikitnya 150 orang tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di daerah itu.

Anggota DPD RI asal Sultra, Yusran Silondae kepada sejumlah media di Kendari, Selasa mengatakan, keberadaan DPD RI dalam struktur ketatanegaraan Indonesia antara lain untuk memperkuat ikatan daerah-daerah dalam wadah kesatuan Republik Indonesia dan memperteguh persatuan kebangsaan seluruh daerah.

"Tujuan dari sosialisasi empat pilar kebangsaan itu untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan daerah-daerah dalam perumusan kebijaksanaan nasional yang berkaitan dengan negara dan daerah," ujarnya.

Di samping itu, kata Yusran, meningkatkan peningkatan kualitas demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan hukum, pembangunan dan kemajuan daerah secara serasi dan seimbang.

Karena itu, kata Yusran Silondae, keberadaan DPD RI memperkuat ikatan daerah-daerah otonomi berjalan dengan keberagaman daerah dalam rangka kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Mantan Wagub Sultra itu mengatakan, bahwa sila-sila dalam Pancasila menjadi pemersatu bangsa. Pemeliharaan perbedaan dalam bingkai persatuan karenannya baik untuk terus disosialisasikan pada generasi muda agar lebih memahami dan bisa mengamalkannya.

Ia mengatakan persoalan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegar Indonesia sekarang mengalami pergeseran di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawaatirkan disintegrasi bangsa seperti masih lemahnya sikap dan perilaku pemimpin dan tokoh bangsa serta kebebasan tanpa harus merujuk kepada nilai dasar karakter bangsa Indonesia adalah Pancasila.

Rangkaian sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan di Konawe Selatan itu menghadirkan pembicara utama dari dosen Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Prof Karsadi menyatakan kebhinekaan bangsa Indonesia sebagai kekuatan dan asset yang dapat menjadi modal sosial budaya dan politik dalam pembangunan karakter bangsa perlu diwaspadai ancaman pengaruh globalisasi.

Menurut dia, terdegradasinya semangat kebangsaan bergeser menjadi semangat primordial serta terjadinya kesenjangan sosial ekonomi antara kelompok masyarakat yang berdampak kecemburuan sosial.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga