Selasa, 27 Juni 2017

Umum - Koni Sultra Harap Kemenpora Tambah PPLP

id pplp
Umum - Koni Sultra Harap Kemenpora Tambah PPLP
ilustrasi (foto Antara)
Kendari, Antara Sultra - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara mengharapkan penambahan cabang olahraga yang dibina melalui pusat pembinaan dan latihan pelajar (PPLP).

Ketua KONI Sultra Lukman Abunawas di Kendari, Selasa, mengatakan pembinaan atlet sejak dini dan berkelanjutan sebagai jaminan regenerasi atlet menuju prestasi.

"Kalau rekrutmen atlet hanya saat dibutuhkan maka dipastikan pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga tidak akan memuaskan. Sudah saatnya rekrutmen atlet sejak dini dan berkelanjutan," kata Lukman di sela-sela rapat kerja tahunan (RAT) 2017.

Keunggulan program PPLP yang dibiayai Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga adalah anggaran yang dijamin tidak terputus.

Sehingga, kalender iven setiap cabang olahraga terus bergulir serta pengadaan perlengkapan latihan terpenuhi untuk kebutuhan pelatihan para atlet dan pelatih.

Sementara di Sultra, pengurus, pelatih dan atlet memiliki semangat memajukan olahraga tetapi terkendala pendanaan yang semata-mata bersumber dari APBD.

"Prestasi olahraga di negara-negara maju atau daerah-daerah mapan di Indonesia mengalami kemajuan karena pendanaan tidak lagi bergantung bertumpu pada pembiayaan pemerintah," kata Lukman.

Bahkan, pembinaan olahraga sudah diambil alih pihak ketiga atau sponsor dengan target menjadikan olahraga sebagai industri ekonomi yang andal.

Cabang olahraga binaan PPLP Kemenpora di Sultra adalah cabang olahraga dayung, atletik, sepak takraw, atletik, tae kwondo dan pencak silat dengan kuota atlet 66 orang.

Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI Pusat Mayjend TNI (Purn) Nanang Djuana Priyadi mengatakan aspirasi KONI Sultra yang meminta tambahan cabang olahraga binaan Kemenpora akan disalurkan.

"Melahirkan atlet berprestasi membutuhkan komitmen pembinaan yang berkelanjutan. Pembinaan berkelanjutan harus didukung pendanaan yang kuat," kata Nanang.

Ia menambahkan kendala klasik pembinaan atlet di daerah-daerah adalah pendanaan yang bergantung pada sumber dana pemerintah yang juga terbatas.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga