Rabu, 23 Agustus 2017

Pasangan "BERTAHAN" Lanjutkan Program Pembangunan Di Bombana

id bombana
Pasangan
Pasangan Calon bupati dan wakil bupati Bombana 2017-2022, Tafdil-Johan Salim. (Foto ANTARA/ Azis Senong)
Kendari (Antara Sultra) - Pasangan calon kepala daerah Kabupaten Bombana periode 2017-2022, Tafdil-Johan Salim dengan akronim "BERTAHAN" berjanji akan melanjutkan pembangunan periode kedua bila masyarakat masih mempercainya untuk memimpin lima tahun kedepan.

Juru bicara tim pemenangan pasangan Bertahan, Ashari Usman yang dihubungi melalui telepon di Kendari, Kamis mengatakan program untuk melanjutkan pembangunan lima tahun kedepan dengan visi mewujudkan Bombana sejahtera (Munajah).

Sebagai gambaran, calon bupati Tafdil pasangan petahana, pada periode pertama berpasangan dengan Hj Masyura Illadami sebagai wakil bupati (2012-2017), namun menjelang proses penetapan calon bupati dan wakil bupati, Tafdil yang juga ketua DPD II PAN Bombana itu justru memilih Johan Salim anggota DPRD Bombana sebagai wakilnya untuk maju periode kedua.

Ia mengatakan, makna sejahtera dalam konteks ini adalah merupakan simbolisasi filosofis dari satu keadaan masyarakat Bombana yang religius, berkeadilan, aman, sejahtera dan berbudaya.

"Dengan demikian kesejahteraan yang ingin dicapai pasangan Bertahan dalam lima tahun kedepan adalah upaya untuk melanjutkan terpenuhinya hak dasar masyarakat berupa kemudahan akses pendidikan, kesehatan dan akses ekonomi serta tersedianya infrastruktur secara merata dan terciptanya lapangan kerja yang memadai," ujarnya.

Ia mengatakan, konsistensi keberlanjutan pembangunan yang sudah dilakukan di periode pertama yang dikenal dengan strategi Gerakan Membangun Bombana Dengan Ridho Allah "GEMBIRA" sebagai suatu strategi percepatan dan penajaman program strategis yang bermuara pada pendekatan pengembangan wilayah, dengan memposisikan desa sebagai pusat pengembangan.

"Sebab desa adalah entitas yang dianggap riil sebagai satuan wilayah yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta perangkat sosial yang memadai untuk dikembangkan, sebab sebagian masyarakat Kabupaten Bombana hidup di wilayah perdesaan," ujar Ashari.

Adapun fokus kebijakan dalam pelaksanaan strategi dan pendekatan GEMBIRA adalah dengan melakukan pemerataan anggaran diseluruh wilayah kabupaten Bombana yaitu akan mengalokasikan kembali anggaran pada setiap desa, kelurahan dan kecamatan.

"Target alokasi dana program Gembira desa lima tahun kedepan masing-masing desa dan kelurahan diberi modal usaha Rp500 juta atau naik dibanding sebelumnya Rp350 juta. Sedangkan untuk kecamatan sebesar masing-masing Rp1,5 miliar," ujarnya.

Calon Bupati Bombana Tafdil, dalam kesempatan terpisah mengatakan masyarakat Bombana akan lebih menata kehidupan yang lebih baik dan sejahtera dengan tetap memprioritaskan sektor-sektor unggulan yang dimiliki baik itu pertanian dalam arti luas, perikanan dan tentu pertambangan.

"Bombana memiliki sumber daya alam yang begitu besar yang tersebar pada 22 kecamatan, 22 kelurahan dan 121 desa. Dalam mewujudkan kemajuan suatu daerah dibutuhkan kepemimpinan yang berlanjut untuk dapat membawa daerah kearah yang lebih baik," ujarnya.

Pilkada Bombana yang akan digelar secara serentak dengan tujuh kabupaten kota di Sultra lainnya pada 15 Februari 2017 diikuti dua pasang calon yakni Kasra Jaru Munara-Man Arfah diusung partai PDIP, PKS dan PPP dan pasangan Tafdil-Johan Salim diusung PAN, PD, Demokrat, Hanura, Nasdem dan Gerindra.

Editor: Hernawan Wahyudono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga