Senin, 27 Maret 2017

Gubernur Sultra Janjikan Selesaikan Dua Proyek Strategis

id Agus
Gubernur Sultra Janjikan Selesaikan Dua Proyek Strategis
Gubernur Sultra, Nur Alam membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra di Kendari,(Foto-ANTARA/Agus).
"Pembangunan jembatan Teluk Kendari dan jembatan Baruta ini, kami rencanakan sejak lima tahun pertama kepemimpinan kami jadi gubernur dan wakil gubernur, Pak H Saleh Lasata, namun tidak selesai,"
Kendari, (Antara News) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Nur Alam, berjanji akan menyelesaikan dua proyek strategis, jembatan Teluk Kendari dan Jembatan Baruta dalam lima tahun ke depan.

Gubernur Nur Alam menyampaikan janji tersebut di depan peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sultra di Kendari, Kamis.

"Pembangunan jembatan Teluk Kendari dan jembatan Baruta ini, kami rencanakan sejak lima tahun pertama kepemimpinan kami jadi gubernur dan wakil gubernur, Pak H Saleh Lasata, namun tidak selesai," katanya.

Insya Allah ujarnya, dua proyek strategis bagi peningkatan perekonomian masyarakat Sultra ini, akan dibangun dan selesaikan dalam waktu lima tahun ke depan.

"Selama lima tahun ke depan, proyek stategis yang akan kami bangun dan selesaikan hanya dua proyek ini, karena kedua proyek ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sultra secara keseluruhan," katanya.

Dikatakannya, proyek jembatan Teluk Kendari memiliki nilai stategis dan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sultra, karena jembatan yang akan menghubungkan dua wilayah di mulut teluk Kendari, Lapulu dan Kota Lama itu, akan memperlancar akses masyarakat serta mobilitas barang dari pelabuhan kontainer Bungkutoko ke Kota Kendari.

Sedangkan jembatan Baruta yang akan menghubungkan wilayah pulau Muna dan Pulau Buton, akan memperlancar ekses masyarakat dan mobilitas angkutan barang di empat wilayah kabupaten di Sultra, yakni Kabupaten Muna, Buton, Buton Utara dan Kota Baubau.

"Kedua proyek strategis ini akan menyedot anggaran cukup besar, sehingga rencana penyelesaiannya membutuhkan waktu lama, minimal rampung sebelum lima tahun," katanya.

Makanya, ujar dia, pelaksanaan pembangunan dari dua proyek strategis ini direncanakan bertahap atau `multi years`.

"Kami berharap kedua proyek ini sudah selesai dan difungsikan sebelum masa jabatan kami prioede kedua berakhir tahun 2018," katanya.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2013

Baca Juga