Produksi Jambu Mete Petani Pulau Wawonii Melimpah

Sejumlah pekerja menyortir biji mete yang kualitasnya buruk saat dijemur sebelum dijual di Kendari, Selasa (22/11). Buruh sortir yang kebanyakan ibu tersebut mendapat upah Rp35 ribu per hari untuk menyortir biji mete yang kualitasnya buruk. (Foto Antara/Zabur Karuru)

"Tahun 2011 ini, tanaman jambu mete para petani di Pulau Wawonii rata-rata berbuah lebat. Petani yang memiliki kebun satu hingga tiga hektare, memperoleh hasil panen antara satu hingga empat ton,"
Berita Terkait
Kendari (ANTARA News) - Produksi tanaman jambu mete milik para petani di Pulau Wawonii, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun 2011 cukup melimpah setelah dua tahun terakhir selalu gagal panen.

"Tahun 2011 ini, tanaman jambu mete para petani di Pulau Wawonii rata-rata berbuah lebat. Petani yang memiliki kebun satu hingga tiga hektare, memperoleh hasil panen antara satu hingga empat ton," kata Kepala Desa Wakadawu, Kecamatan Wawonii Timur, La Paema di Kendari, Sabtu.

Menurut dia, meningkatnya produksi tanaman jambu menter tersebut diikuti dengan membaiknya harga jambu mete gelondongan yang mencapai Rp12.000 per kilogram.

Harga tersebut terus turun seiring dengan banyaknya produksi jambu mente dan saat ini harga jambu mente gelondongan tinggal Rp8.000 per kilogram.

"Meski harga jambu mete sadah turun, namun musim panen tahun ini benar-benar sangat menguntungkan para petani karena selain harga jambu mente cukup bagus, juga jumlah produksi melimpah," kata kepala desa yang juga memiliki kebun jambu mete sekitar dua hektare itu.

Menurut dia, seorang petani yang memiliki kebun jambu mente seluas satu hektare, dapat memperoleh hasil panen antara satu sampai 1,5 ton.

"Selama tiga tahun terakhir, baru kali ini kami menikmati hasil panen jambu mente karena sebelumnya, jambu mete selalu gagal panen akibat curah hujan yang terlalu tinggi," katanya.

Paema mengatakan, selama dua tahun berturut-turut para petani jambu mete di Pulau Wawonii tidak memperoleh hasil panen karena tanaman jambu mete rata-rata tidak berbuah akibat curah hujan yang terlalu tinggi.

Tahun ini, lanjutnya, curah hujan menurun drastis, sehingga sangat mendukung tanaman jambu mete untuk berproduksi banyak.

"Saat tanaman jambu mente mulai berbunga, hampir tidak pernah turun hujan. Makanya, rata-rata bunga jambu mete menghasilkan buah. Karena memang, sifat tanaman tersebut sangat cocok dengan kondisi curah hujan yang redah," katanya.

Sementara itu, La Buja (37), petani jambu mete asal Pulau Wawonii mengaku saat ini petani mete di Pulau Wawonii sangat menikmati produksi mente, karena saat musim panen, harga jambu mente gelondongan mencapai Rp12.000 per kilogram.

"Saya punya tanaman jamu mete sekitar dua hektare dan saat ini sebagian masih berbuah. Saat pertama panen, saya memperoleh penjualan jambu mente sekitar Rp20 juta," katanya.

Ia menambahkan pendapatan dari hasil produksi tanaman jambu mete miliknya itu masih akan bertambah, karena saat ini tanaman jambu masih terus berbuah.  (Ant).

Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar